MAJALENGKA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
Langkah ini diwujudkan melalui edukasi masyarakat, penguatan peran sekolah, hingga dorongan penerapan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) sebagai bagian dari gerakan nasional Ananda Bersinar (Anak Bersih Narkoba).
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pencegahan narkotika harus menjadi komitmen bersama,” kata Eman dalam Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka (UNMA), Kamis (6/8/2026).
Majalengka Tumbuh, Ancaman Narkotika Harus Diantisipasi
Eman menjelaskan bahwa Majalengka mengalami transformasi besar setelah Tol Cisumdawu dan Tol Cipali beroperasi.
Waktu tempuh dari Bandung ke Majalengka kini sekitar 1 jam, sedangkan dari Jakarta sekitar 2 hingga 2,5 jam.
Selain itu, kedekatan dengan Pelabuhan Patimban, pertumbuhan sektor industri, dan bonus demografi membuat Majalengka memiliki potensi ekonomi yang terus meningkat.
Karena itu, pemerintah daerah memilih memperkuat pencegahan sejak dini agar kemajuan pembangunan tidak diiringi meningkatnya penyalahgunaan narkotika.
Eman menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi, bukan karena Majalengka memiliki tingkat peredaran narkotika yang tinggi.
BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika di Sekolah
Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pencegahan narkotika harus dimulai dari keluarga dan sekolah, karena keduanya menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak.
Menurut Suyudi, program IKAN menyisipkan materi antinarkotika ke dalam lima mata pelajaran, yakni Pendidikan Agama, Kimia, Biologi, PPKn, dan Pendidikan Jasmani, tanpa menambah beban mata pelajaran baru.
“Kami menyisipkan materi antinarkotika ke dalam pelajaran yang sudah ada agar pendidikan pencegahan bisa menjangkau lebih banyak siswa,” ujar Suyudi.
Program IKAN saat ini telah diterapkan di delapan provinsi sebagai proyek percontohan. BNN berharap program tersebut segera diterapkan di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.
Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Masyarakat
Kuliah Umum Nasional bertema “Membangun Resiliensi Generasi Muda di Tengah Ancaman Narkotika” juga dihadiri Rektor UNMA Dr Otong Syuhada, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Didi Supriadi, Direktur Transmedia Latif Harnoko, jajaran OPD, mahasiswa, dan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara.
Melalui sinergi pemerintah, kampus, dan BNN, Majalengka berupaya memperkuat ketahanan generasi muda serta mencegah penyalahgunaan narkotika sejak usia dini. **
Editor : Hadwan













