Komnas HAM Panggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. (Posnews/KomnasHAM)

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. (Posnews/KomnasHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kian memanas.

Komnas HAM langsung tancap gas dengan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, terkait dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam kasus brutal tersebut.

Selanjutnya, Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan pihaknya akan segera meminta klarifikasi langsung dari Panglima TNI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil untuk menguak fakta di balik dugaan keterlibatan anggota militer dalam kasus yang menyita perhatian publik ini.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil Panglima TNI untuk meminta penjelasan terkait dugaan keterlibatan anggotanya,” tegas Anis, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga :  Kondisi Mata Kritis, KemenHAM Turun Tangan Pantau Perawatan Intensif Aktivis Andrie Yunus

Lebih lanjut, Komnas HAM tidak tinggal diam. Lembaga ini langsung membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Tim ini bertugas mengumpulkan data, fakta, dan keterangan secara menyeluruh agar penanganan kasus berjalan transparan dan akuntabel.

“Langkah ini penting untuk memperkuat proses penyelidikan yang sedang kami lakukan,” ujar Anis.

Di sisi lain, Komnas HAM juga menegaskan sikap tegas terkait jalur hukum. Mereka mendorong aparat penegak hukum memproses kasus ini melalui peradilan umum, bukan peradilan militer, demi mencegah potensi impunitas.

Baca Juga :  Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

“Kasus ini tidak masuk dalam delik militer. Korbannya warga sipil, seorang aktivis HAM, dan perbuatannya diatur dalam KUHP, bukan bagian dari tugas kedinasan militer,” tegasnya.

Dengan tekanan publik yang terus menguat, Komnas HAM memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Penegakan hukum yang transparan dan adil dinilai menjadi kunci untuk mengungkap pelaku serta memastikan keadilan bagi korban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kakorlantas Aries Syahbudin: Masyarakat Harus Merasakan Manfaat Kehadiran Polisi
Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026
KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur
Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita
MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur
Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa
OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:05 WIB

KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:48 WIB

MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Berita Terbaru

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:26 WIB

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia mundur dari jabatan kurang dari seminggu setelah memicu kontroversi kualifikasi hukum dan klaim soal Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mungut Jabatan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:22 WIB

Donald Trump melontarkan lelucon soal nama Mohammad dan presiden Iran saat kampanye di Georgia, memicu kritik dari kelompok advokasi Muslim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:22 WIB