Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Dunia kini berada dalam hitungan mundur menuju eskalasi perang yang parah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran. Ia menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz segera.

Jika tenggat waktu berakhir pada Senin malam tanpa hasil, AS akan menghancurkan pembangkit listrik Iran. Iran merespons ancaman tersebut dengan peringatan yang mengerikan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa infrastruktur energi regional akan menjadi target sah. Hal ini berlaku jika AS menyerang fasilitas energi milik Iran.

Hujan Rudal di Dimona dan Arad

Ketegangan mencapai titik didih baru pada Minggu dini hari. Rudal balistik Iran menghantam kota Arad dan Dimona di Israel selatan. Publik mengenal Dimona sebagai lokasi pusat nuklir rahasia Israel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan ini menandai kegagalan pertama teknologi pertahanan udara Israel di kawasan sensitif tersebut. Otoritas medis melaporkan sekitar 200 orang terluka akibat ledakan. Dua anak kecil kini berada dalam kondisi kritis. Iran mengeklaim serangan ini sebagai aksi balas dendam atas sabotase di fasilitas nuklir Natanz.

Baca Juga :  Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Rudal Jarak Jauh Iran Sasar Diego Garcia

Langkah militer Iran kian agresif dengan pengerahan rudal jarak jauh. Panglima militer Israel, Eyal Zamir, melaporkan peluncuran dua rudal balistik ke pangkalan Diego Garcia. Rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 4.000 km menuju Samudra Hindia.

Menteri Kabinet Inggris Steve Reed mengonfirmasi jatuhnya satu rudal di laut. Pasukan sekutu berhasil mencegat satu rudal lainnya. Reed menyebut ancaman Trump terhadap pembangkit listrik Iran sebagai pendapat pribadi. Menurutnya, hal itu bukan kebijakan kolektif sekutu. Ia juga membantah klaim bahwa Iran berencana menyerang daratan Eropa saat ini.

Krisis Energi dan Ancaman “Senin Hitam”

Blokade Selat Hormuz memicu krisis minyak terburuk sejak tahun 1970-an. Harga gas di Eropa melonjak 35 persen dalam waktu sepekan. Analis pasar mewaspadai potensi terjadinya “Senin Hitam” (Black Monday). Pasar saham global mungkin anjlok jika ultimatum Trump berujung pada serangan fisik.

Baca Juga :  Ottawa Ancam Regulasi Ketat Jika OpenAI Gagal Tingkatkan Protokol Keamanan

Pihak Teheran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran umum. Namun, mereka melarang kapal yang berafiliasi dengan musuh Iran melintas. Koordinasi ketat Garda Revolusi (IRGC) secara praktis telah melumpuhkan arus logistik energi dunia. Jalur sempit tersebut kini mengalami kemacetan total.

Kerusakan Global dan Peringatan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perang mencapai tahap berbahaya. Direktur Jenderal WHO menekankan risiko besar serangan terhadap fasilitas nuklir. Serangan semacam itu mengancam kesehatan masyarakat dan keamanan lingkungan secara permanen.

Konflik ini juga terus meluas ke negara-negara tetangga. Serangan udara menghantam pusat logistik AS di bandara Baghdad. Sementara itu, militer mendeteksi rudal Iran yang melintas di langit Riyadh. Sebuah kecelakaan helikopter militer di Qatar juga menewaskan enam orang personel. Daftar korban jiwa dalam pusaran konflik 2026 ini kian panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB