NPS Peringatkan Gapura Donald Trump Ganggu Situs Bersejarah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Layanan Taman Nasional AS memperingatkan gapura setinggi 76 meter prakarsa Donald Trump mengganggu pemandangan situs bersejarah Washington. Dok: Istimewa.

Laporan Layanan Taman Nasional AS memperingatkan gapura setinggi 76 meter prakarsa Donald Trump mengganggu pemandangan situs bersejarah Washington. Dok: Istimewa.

Dampak Gapura Trump Terhadap Koridor Bersejarah

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Kerapian susunan monumen Washington mencerminkan simbol sejarah bangsa Amerika Serikat. Namun, Layanan Taman Nasional (NPS) menemukan ancaman serius dari rancangan gapura Donald Trump. Gapura peringatan setinggi 76 meter tersebut merusak lanskap budaya Koridor Memorial Avenue. Selain itu, struktur raksasa tersebut merusak keselarasan antara Lincoln Memorial dan Pemakaman Nasional Arlington. Padahal, Jembatan Memorial menyatukan nilai simbolis wilayah Utara dan Selatan secara mendalam. Selanjutnya, laporan NPS mencatat dampak langsung pada Gedung Capitol dan Monumen Washington.

Baca Juga :  Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Gugatan Hukum Dan Pembelaan Gedung Putih

Komisi Seni Rupa AS sebelumnya memberikan persetujuan awal bagi proyek tersebut. Sementara itu, kubu penentang melayangkan gugatan hukum untuk menghentikan pembangunan gapura. Pengacara Nicolas Sansone menegaskan pembangunan monumen di lahan NPS memerlukan izin resmi Kongres. Oleh karena itu, para veteran menilai pemerintah melanggar prosedur hukum yang berlaku. Akibatnya, laporan penilai NPS semakin memperkuat argumen hukum para penggugat. Namun, juru bicara Gedung Putih Davis Ingle membela kelayakan proyek monumental tersebut. Ingle mengklaim gapura memperkaya pengalaman sejarah pengunjung dan menghormati para pahlawan.

Baca Juga :  Uni Eropa Sahkan Pinjaman $106 Miliar dan Sanksi Baru Rusia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

Pejabat Houthi menjamin keamanan kapal Amerika Serikat di Laut Merah sambil memperingatkan sekutu Arab Saudi. Simak rincian pernyataan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB