TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Konflik di perbatasan utara Israel memasuki babak baru yang lebih agresif. PM Benjamin Netanyahu memerintahkan militer memperluas operasi di Lebanon Selatan. Langkah ini bertujuan meredam ancaman roket Hezbollah yang terus berlanjut pada hari Minggu.
Dalam konteks ini, Netanyahu menyampaikan instruksi tersebut langsung dari Komando Utara militer Israel. Netanyahu menekankan bahwa perluasan zona keamanan sangat krusial. Strategi ini akan melindungi kota-kota Israel utara dari serangan asimetris.
Menembus Batas Litani: Strategi Zona Keamanan Baru
Pekan lalu, Menhan Israel Katz mengonfirmasi rencana pengendalian jembatan strategis. Pasukan Israel akan menguasai wilayah hingga Sungai Litani. Namun, pengumuman terbaru Netanyahu memberi sinyal kuat. Militer kemungkinan akan merangsek lebih jauh dari batas wilayah sebelumnya.
“Saya telah memerintahkan perluasan zona keamanan guna menggagalkan ancaman invasi. Kami akan menjauhkan tembakan rudal anti-tank dari perbatasan,” tegas Netanyahu melalui video. Oleh karena itu, militer Israel kini memegang mandat luas untuk menyita wilayah tambahan di bawah kendali operasional mereka.
Klaim Penghancuran 150.000 Rudal Hezbollah
Dalam pidatonya, Netanyahu memamerkan keberhasilan militer Israel dalam melemahkan kekuatan lawan. Ia mengeklaim Israel telah melenyapkan 150.000 rudal. Awalnya, senjata-senjata tersebut menargetkan penghancuran kota-kota besar di Israel.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Hezbollah masih memiliki kemampuan sisa untuk menyerang balik. “Kami bertekad mengubah situasi di utara secara fundamental,” ujar Netanyahu. Akibatnya, militer akan terus mengintensifkan kampanye multi-front melawan Iran dan sekutunya. Langkah ini mencakup Hezbollah dan Hamas guna melemahkan pengaruh Teheran di Timur Tengah.
Tragedi Kemanusiaan: 1.100 Nyawa Melayang di Lebanon
Eskalasi militer ini membawa dampak mematikan bagi warga sipil. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan total korban tewas melampaui 1.100 jiwa sejak konflik pecah awal Maret. Angka ini mencakup anak-anak, wanita, dan personel medis di zona tempur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, militer Israel melaporkan gugurnya empat prajurit dalam pertempuran darat di selatan. Di sisi lain, sumber internal Hezbollah menyebutkan lebih dari 400 pejuang mereka telah tewas. Sebagai hasilnya, Lebanon kini menghadapi gelombang pengungsian massal yang melumpuhkan sistem sosial di Beirut.
Menanti Keputusan Kabinet Keamanan
Hingga saat ini, otoritas belum memaparkan detail teknis mengenai jangkauan ekspansi wilayah ke publik. Kantor perdana menteri menolak rincian lebih lanjut sebelum kabinet keamanan membahas masalah tersebut secara resmi.
Pada akhirnya, dunia internasional mewaspadai potensi konfrontasi langsung yang lebih luas dengan Iran. Dengan demikian, perbatasan utara Israel tetap menjadi titik paling volatil tahun 2026. Dentuman artileri dan ekspansi teritorial kini mulai mengabaikan jalur diplomasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















