JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kondisi prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon terus menjadi perhatian publik.
Kementerian Pertahanan memastikan perkembangan terbaru menunjukkan kabar yang mulai menggembirakan, meski duka masih menyelimuti.
Melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan), Brigjen TNI Rico Sirait, Kemhan mengungkapkan bahwa tiga prajurit TNI yang sebelumnya terluka saat menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kini berangsur membaik.
“Perawatan terhadap tiga prajurit yang dirawat di rumah sakit di Beirut menunjukkan perkembangan yang membaik,” ujar Rico Sirait, Kamis (2/4/2026).
Kondisi Prajurit Stabil, Masih Dirawat Intensif
Saat ini, ketiga prajurit masih menjalani perawatan di fasilitas medis di Beirut, Lebanon. Meski belum dirinci secara detail terkait luka yang dialami, kondisi mereka disebut jauh lebih stabil dibanding sebelumnya.
“Sudah dalam kondisi yang lebih stabil,” tambah Rico.
Dengan perkembangan ini, harapan pemulihan penuh bagi para prajurit semakin terbuka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, tim medis masih terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
Di sisi lain, kabar duka datang dari tiga prajurit TNI lainnya yang gugur dalam misi yang sama. Saat ini, jenazah ketiganya masih berada di rumah sakit di Lebanon dan tengah menjalani proses pemulasaran.
Proses tersebut dilakukan sesuai prosedur internasional sebelum jenazah dipulangkan ke Tanah Air.
Jadwal Pemulangan Tunggu Penerbangan
Kemhan memastikan jenazah para pahlawan tersebut akan segera dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat. Namun, jadwal keberangkatan masih menunggu ketersediaan penerbangan dari wilayah konflik.
“Pemberangkatan kemungkinan jika tidak Jumat, maka Sabtu,” jelas Rico.
Situasi keamanan di kawasan Lebanon yang masih dinamis menjadi salah satu faktor penentu jadwal pemulangan.
Keterlibatan TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Meski menghadapi risiko tinggi, prajurit TNI tetap menjalankan tugas dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa misi perdamaian tidak lepas dari ancaman nyata di lapangan.
Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang masih dirawat agar segera pulih.
Selain itu, penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada prajurit yang gugur sebagai pahlawan bangsa. (red)
Editor : Hadwan



















