Sedhah Corner Tembus Pasar Nasional, UMKM Surakarta Berdayakan Warga Lewat Kerajinan

Jumat, 3 April 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan, Budi Santoso melihat aktivitas produksi kerajinan handmade Sedhah Corner bersama warga di Surakarta. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso melihat aktivitas produksi kerajinan handmade Sedhah Corner bersama warga di Surakarta. (Posnews/Ist)

SURAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Berangkat dari kepedulian lingkungan, Kinanti Arum Sedah Mirah sukses membangun Sedhah Corner sebagai UMKM kreatif yang tak hanya mengejar cuan, tetapi juga memberdayakan warga sekitar.

Berlokasi di Surakarta, usaha ini kini berkembang pesat dengan melibatkan masyarakat dalam proses produksi kerajinan tangan berbasis seni serat.

Sedah mengaku, ide usaha muncul karena melihat banyak warga memiliki waktu dan potensi, tetapi minim wadah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, ia langsung mengajak mereka berkarya. Hasilnya, terbentuk tim produksi dari lingkungan sekitar rumahnya.

“Awalnya ingin bikin warga lebih produktif. Akhirnya jadi tim Sedhah Corner,” ujarnya.

Konsisten Sejak SMA, Andalkan Produk Handmade Unik

Sejak berdiri pada 2019 saat masih SMA, Sedhah Corner fokus memproduksi kerajinan handmade seperti makrame dan rajut.

Menariknya, produk dibuat dari bahan alami seperti benang katun dan pewarna alami—mulai dari indigofera, secang, hingga tingi. Selain itu, desain dibuat mandiri sehingga punya ciri khas kuat di pasar.

Baca Juga :  Kebakaran Besar London 1666: Neraka Tiga Hari

Tak berhenti di produksi, Sedhah juga aktif menggelar kelas kerajinan gratis bagi perempuan dan anak-anak.

Lewat program ini, keterampilan warga meningkat. Di saat yang sama, kreativitas mereka ikut berkembang.

Langkah ini sekaligus memperkuat visi Sedhah: membangun harmoni sosial lewat seni.

Go Digital, Produk Tembus Hingga Papua

Untuk memperluas pasar, Sedhah Corner memanfaatkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Shopee.

Strategi ini terbukti ampuh. Bahkan, fitur live di TikTok mampu menjangkau pembeli hingga Merauke, Papua Selatan.

Artinya, UMKM lokal kini bisa bersaing di pasar nasional berkat digitalisasi.

Meski tumbuh, Sedhah mengakui tantangan tetap ada. Persaingan makin ketat, sementara inovasi harus terus dijaga.

Selain itu, pengelolaan tim juga menjadi proses belajar penting dalam perjalanan bisnisnya.

Baca Juga :  Pemerintah Temukan Impor Ilegal Rp 26,4 Miliar, Kemendag Turun Tangan

Partisipasi dalam program Campuspreneur yang digelar Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Universitas Sebelas Maret pada 1–2 April 2026 jadi momentum besar.

Dari program ini, Sedhah mendapat insight baru soal branding dan penataan produk.

“Saya belajar soal desain dan penempatan label agar lebih terlihat,” katanya.

Siap Tembus Pasar Ekspor

Ke depan, Sedhah Corner membidik pasar internasional. Tak hanya ekspor, ia juga berharap produknya bisa menarik wisatawan asing datang ke Indonesia.

Sedah pun membagikan pesan penting bagi generasi muda: jangan takut memulai.

“Tidak perlu menunggu sempurna. Mulai saja, nanti berkembang di proses,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNS, Hartono, menilai program Campuspreneur mampu melahirkan wirausaha muda.

Ia berharap, semakin banyak UMKM naik kelas dan mampu menembus pasar global. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB