Peluru Nyasar Lukai Siswa SMP di Gresik, Marinir Biayai Operasi dan Lakukan Investigasi

Jumat, 3 April 2026 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Mayor Ahmad Fauzi. (Posnews/Instagram)

Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Mayor Ahmad Fauzi. (Posnews/Instagram)

GRESIK, POSNEWS.CO.ID – Insiden peluru nyasar yang menimpa dua siswa SMP di Gresik, Jawa Timur, langsung memicu perhatian publik.

Peristiwa mengejutkan ini terjadi saat kegiatan sekolah berlangsung, dan kini masih dalam proses penyelidikan mendalam.

Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Mayor Ahmad Fauzi, menyampaikan empati dan simpati mendalam atas kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

Peristiwa peluru nyasar itu terjadi di mushola SMPN 33 Gresik pada 17 Desember 2025. Saat itu, sekolah tengah menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan lanjutan dari SMKN Krian Sidoarjo.

Namun, di tengah kegiatan yang seharusnya berjalan aman, dua siswa tiba-tiba menjadi korban setelah diduga terkena proyektil peluru.

Insiden ini langsung membuat panik lingkungan sekolah dan memicu kekhawatiran luas.

Marinir Sampaikan Empati dan Lakukan Investigasi

Mayor Ahmad Fauzi menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin atas musibah tersebut.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Daan Mogot, Anak Perempuan Tewas Terlindas Truk Kontainer

“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami kejadian ini menimbulkan kecemasan bagi semua pihak,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Selanjutnya, ia juga menyampaikan simpati secara resmi dari Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir kepada para korban dan keluarga.

Tak berhenti di situ, pihak Marinir langsung melakukan koordinasi dan pendalaman di lokasi kejadian perkara (TKP).

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan sumber peluru sekaligus mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Meski demikian, Fauzi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir. Oleh karena itu, proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Sampai saat ini belum bisa dipastikan asal peluru. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang

Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi liar yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Korban Ditangani Intensif, Biaya Ditanggung

Di sisi lain, fokus utama saat ini adalah keselamatan korban. Kedua siswa telah mendapatkan tindakan medis secara maksimal.

Pihak kesatuan memastikan seluruh biaya operasi pengangkatan proyektil ditanggung penuh. Perawatan dilakukan di Rumah Sakit Siti Khadijah, termasuk kontrol lanjutan pascaoperasi.

Selain itu, keluarga korban juga menerima santunan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian.

Seiring proses investigasi yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.

Aparat memastikan penanganan kasus ini berjalan transparan dan profesional.

Kasus peluru nyasar ini menjadi peringatan serius soal keamanan lingkungan, terutama di sekitar fasilitas pendidikan. Semua pihak kini menunggu hasil investigasi final untuk mengungkap fakta sebenarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan
Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan
Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Rabu, 16 September 2026 - 17:26 WIB

Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan

Rabu, 16 September 2026 - 09:31 WIB

Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita

Berita Terbaru

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB

Dewan Kennedy Center menyetujui penutupan gedung untuk perbaikan usai hakim memblokir penambahan nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:17 WIB

Senat AS gagal meloloskan RUU Kripto Clarity Act dukungan Donald Trump. Simak rincian pemungutan suara dan dampaknya pada harga Bitcoin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:10 WIB