Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat

Kamis, 2 April 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Posnews/Ist)

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Posnews/Ist)

SULAWESI UTARA, POSNEWS.CO.ID – Gempa dahsyat magnitudo 7,6 mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026), dan langsung memicu kepanikan massal di sejumlah wilayah Indonesia timur.

Getaran keras terasa hingga Kota Manado dan sebagian Maluku Utara.

Merespons situasi darurat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, langsung mengeluarkan peringatan tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meminta seluruh kepala daerah terdampak segera menetapkan status tanggap darurat.

“Kami minta kabupaten/kota terdampak segera menetapkan status kedaruratan. Jika lebih dari dua daerah menetapkan, maka provinsi juga harus naik ke status tanggap darurat,” tegasnya dalam rapat koordinasi darurat.

Langkah ini dinilai krusial. Dengan status tanggap darurat, distribusi bantuan dari pemerintah pusat bisa dipercepat, terukur, dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Noel Diduga Terima Rp3 Miliar dari Kasus Sertifikat K3 untuk Renovasi Rumah

Tanpa status tersebut, bantuan berisiko terhambat secara administratif.

Selanjutnya, BNPB mendorong pembentukan posko darurat di seluruh wilayah terdampak.

Posko ini menjadi pusat distribusi bantuan penting seperti makanan, air bersih, pakaian, hingga layanan kesehatan bagi korban.

“Seluruh unsur, mulai BPBD, TNI, Polri hingga kementerian, harus bergerak cepat, berkolaborasi, dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” tegas Suharyanto.

Wilayah Terdampak Meluas

Guncangan gempa ini menghantam sejumlah daerah:

  • Sulawesi Utara: Kota Bitung, Kota Manado, dan Kabupaten Minahasa
  • Maluku Utara: Kota Ternate (Pulau Batang Dua dan Ternate Selatan)
  • Korban dan Dampak Mencekam

Data sementara menunjukkan:

  • 1 orang meninggal dunia di Kota Manado
  • 1 orang luka ringan di Kabupaten Minahasa
  • Sekitar 16 keluarga terdampak di Minahasa (masih didata)
  • Kerusakan Bangunan: Dari Kantor hingga Rumah Warga
Baca Juga :  Richard Lee Gugat Polda Metro lewat Praperadilan Kasus Produk dan Treatment Kecantikan

Dampak gempa juga merusak sejumlah infrastruktur:

Sulawesi Utara

  • Manado: 5 kantor pemerintahan, 1 hotel, dan 1 gedung KONI rusak
  • Minahasa: 2 rumah rusak berat, 10 rumah terdampak, 1 kantor, dan 1 fasilitas umum
  • Bitung: masih dalam pendataan

Maluku Utara (Ternate)

  • 1 gereja rusak di Pulau Batang Dua
  • 2 rumah rusak di Ternate Selatan
  • Alarm Bahaya dan Ancaman Susulan

Selain kerusakan fisik, gempa ini juga meningkatkan risiko gempa susulan dan potensi bencana turunan.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi pemerintah.

Di sisi lain, gempa kuat ini kembali menegaskan ancaman nyata aktivitas tektonik di kawasan timur Indonesia.

Edukasi mitigasi bencana, jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama untuk menekan risiko korban di masa depan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB