Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya

Jumat, 3 April 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana perayaan Lebaran Betawi dengan pertunjukan budaya di Lapangan Banteng Jakarta. (Posnews/Ist)

Suasana perayaan Lebaran Betawi dengan pertunjukan budaya di Lapangan Banteng Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar tradisi tahunan Lebaran Betawi 2026. Kegiatan budaya ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 10–12 April 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Lebaran Betawi menjadi ajang halalbihalal masyarakat Betawi usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persatuan di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menegaskan Lebaran Betawi tetap digelar meski ada efisiensi anggaran.

Namun demikian, ia memastikan substansi acara tidak akan berkurang.

“Lebaran Betawi tetap kita gelar secara khidmat tanpa mengurangi semangat silaturahmi,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Tradisi 18 Tahun, Jadi Ajang Konsolidasi Warga

Lebaran Betawi bukan sekadar festival. Tradisi ini telah berlangsung selama 18 tahun dan menjadi momen penting bagi masyarakat Betawi untuk berkumpul.

Baca Juga :  Dendam Lama Meledak, Pria di Serang Tewas Ditusuk Adik Tiri Saat Mabuk

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain halalbihalal, acara ini juga menjadi ajang konsolidasi sosial dan budaya.

Menariknya, lokasi Lapangan Banteng dipilih karena nilai historisnya sebagai salah satu ikon perkembangan Jakarta.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Pramono Anung yang ingin menghidupkan ruang publik bersejarah.

Diisi Aksi Sosial dan Hiburan Budaya

Tak hanya seremonial, Lebaran Betawi 2026 juga akan diisi berbagai kegiatan menarik, mulai dari:

  • Pertunjukan seni dan budaya Betawi
  • Kuliner khas Betawi
  • Aksi sosial berupa santunan kepada masyarakat

Dengan konsep ini, acara diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat sosial.

Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk hadir dan meramaikan acara ini.

“Harapannya masyarakat bisa meluangkan waktu untuk hadir, apalagi lokasinya memiliki nilai historis,” kata Ali.

Data Urbanisasi: Pendatang Justru Menurun

Di sisi lain, data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta menunjukkan tren menarik.

Baca Juga :  Indonesia Kini Mandiri Atasi Bencana Sumatera, Menhan Sjafrie: Tak Perlu Bantuan Asing

Jumlah pendatang pascalebaran justru menurun dalam dua tahun terakhir.

Hingga 1 April 2026, tercatat 1.776 pendatang baru masuk ke Jakarta, terdiri dari 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen).

Mayoritas pendatang berada di usia produktif 15–64 tahun, mencapai 79,34 persen.

Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyebut tren ini menunjukkan penurunan urbanisasi yang cukup signifikan.

“Dalam dua tahun terakhir, jumlah pendatang baru pascalebaran justru menurun,” ujarnya.

Dengan rangkaian acara yang kaya budaya dan nilai sosial, Lebaran Betawi 2026 diprediksi kembali menjadi magnet bagi warga Jakarta dan wisatawan.

Tradisi ini sekaligus menegaskan identitas Betawi sebagai bagian penting dari wajah Ibu Kota. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck
Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal
Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur
Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?
Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis
Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan
RUU Penyadapan DPR 2026, Fokus Penegakan Hukum – Privasi Warga Dijaga
KKB Papua Dilumpuhkan, Pulan Wonda Ditembak Aparat – Terlibat Teror Sejak 2012

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:30 WIB

Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck

Jumat, 3 April 2026 - 19:25 WIB

Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal

Jumat, 3 April 2026 - 19:18 WIB

Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur

Jumat, 3 April 2026 - 18:43 WIB

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Jumat, 3 April 2026 - 18:09 WIB

Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis

Berita Terbaru

Kedaulatan aturan di atas nilai. Positivisme hukum menawarkan kejernihan yuridis dengan menegaskan bahwa validitas hukum bergantung pada sumber otoritasnya, bukan pada standar moralitas yang subjektif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:43 WIB