JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim gabungan Polri dan Interpol mengakhiri pelarian bandar narkoba internasional Andre Fernando Tjandra alias “The Doctor” setelah menangkapnya di Penang, Malaysia, Minggu (5/4/2026).
Tim menangkap langsung otak sindikat narkoba tersebut dalam operasi cepat dan dramatis.
Polisi sebelumnya memasukkan Andre ke Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 1 Maret 2026, lalu melacak dan membekuknya hanya dalam empat hari setelah perburuan intensif.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Untung Widyatmoko mengungkapkan, buronan itu sempat lolos dari penyergapan di Kuala Lumpur.
Namun, tim tetap memburu dan melacak pergerakannya hingga akhirnya menemukan posisinya di Penang.
“Subjek ini sangat licin. Tapi kami akhirnya menyudutkan dan menangkapnya pukul 13.44 waktu setempat,” tegas Untung, Senin (6/4/2026).
Operasi Internasional: Indonesia–Malaysia Solid
Tim gabungan membuktikan soliditas kerja sama lintas negara antara Interpol, Divhubinter Polri, dan Special Branch PDRM Malaysia. Mereka mengandalkan pertukaran intelijen cepat dan akurat untuk memburu pelaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada tempat aman bagi sindikat narkoba,” tegas Untung.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso memastikan, Andre mengendalikan langsung jaringan narkoba lintas negara.
Ia memasok narkoba ke berbagai jaringan besar, termasuk kelompok Koh Erwin. Bahkan, ia membantu upaya pelarian Koh Erwin ke Malaysia.
Saat ini, penyidik telah membawa Andre ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Penyidik mengungkap dugaan aliran dana perlindungan sebesar Rp 2,8 miliar kepada oknum polisi di wilayah Polres Bima Kota. Kasus ini berkembang dari penanganan terhadap AKP Maulangi dan AKBP Didik Putra Kuncoro yang diduga terlibat.
Bisnis Haram dan Modus Canggih
Sebagai “The Doctor”, Andre mengatur distribusi berbagai jenis narkotika, seperti sabu-sabu, happy water, hingga cairan vape mengandung etomidate.
Ia menyelundupkan barang haram melalui berbagai cara:
- Jalur laut dari Malaysia ke Dumai
- Jalur darat dan kargo
- Menyembunyikan narkoba dalam boneka dan kotak kado
- Pengembangan Berlanjut
Polri menegaskan penangkapan ini bukan akhir. Sebaliknya, penyidik akan terus mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk jalur distribusi dan aktor lain yang terlibat. (red)
Editor : Hadwan



















