PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

EVIAN-LES-BAINS, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengadakan pertemuan bilateral singkat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah taktis ini berlangsung di sela-sela KTT G7 pada hari Selasa kemarin.

Takaichi menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik bersenjata mereka.

Pembahasan Strategis Tanpa Kiriman Pasukan

Kedua pemimpin negara berdiskusi selama kurang lebih lima menit setelah menyelesaikan sesi pembahasan mengenai Ukraina.

Mereka bertukar pandangan secara mendalam terkait dinamika keamanan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Jepang memastikan tidak ada pembahasan mengenai pengiriman Pasukan Bela Diri Jepang ke Selat Hormuz.

Komitmen Tarif Dagang dan Indo-Pasifik

Takaichi dan Trump juga menegaskan kembali pentingnya implementasi kesepakatan tarif perdagangan bilateral secara konsisten.

Mereka sepakat untuk terus mempererat kerja sama ekonomi dan kemitraan strategis di masa depan.

Selain Timur Tengah, kedua pemimpin turut membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :  Romania Lumpuh: Badai Salju Dahsyat Paksa Bucharest Siaga

Mereka menaruh perhatian khusus pada perluasan pengaruh militer dan ekonomi Tiongkok di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, Tokyo dan Washington berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang erat dan intensif.

Prioritas Utama Bagi Aliansi Jepang-AS

Delegasi Jepang melaporkan bahwa Trump memberikan prioritas pertemuan khusus kepada PM Takaichi di Evian.

Takaichi mendapatkan giliran pertama untuk menemui Trump daripada para pemimpin negara lain yang mengantre.

Pemerintah Jepang menilai perlakuan istimewa ini membuktikan eratnya hubungan aliansi strategis kedua negara saat ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB