PBB Peringatkan Bencana Peradaban: Kecam Ancaman Donald Trump Terhadap Infrastruktur Sipil Iran

Rabu, 8 April 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tuntutan akuntabilitas ekologi. Sekjen PBB António Guterres mendesak perusahaan kecerdasan buatan merilis data konsumsi energi dan air secara transparan guna menjaga kelestarian bumi. Dok: Istimewa.

Tuntutan akuntabilitas ekologi. Sekjen PBB António Guterres mendesak perusahaan kecerdasan buatan merilis data konsumsi energi dan air secara transparan guna menjaga kelestarian bumi. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan kritik tajam terhadap retorika militer Amerika Serikat yang kian agresif. Otoritas tertinggi dunia tersebut menyatakan bahwa tidak ada tujuan militer yang dapat membenarkan penghancuran total infrastruktur suatu bangsa.

Dalam konteks ini, pernyataan tersebut muncul melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Selasa sore waktu New York. Langkah ini merupakan respon darurat terhadap ancaman pemusnahan peradaban yang pemerintah AS tujukan kepada Iran.

PBB: Dialog Harus Menang Atas Penghancuran

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengaku sangat terganggu oleh pernyataan yang menyasar populasi sipil secara sengaja. Oleh karena itu, Guterres mengingatkan para pemimpin dunia mengenai konsekuensi moral dari setiap keputusan militer yang mereka ambil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa konflik berakhir ketika para pemimpin memilih dialog daripada penghancuran,” ujar Dujarric kepada koresponden media. Bahkan, ia menekankan bahwa pilihan untuk berdamai masih tersedia hingga saat ini. Guterres mendesak agar keputusan untuk berdialog tersebut segera pihak terkait ambil guna mencegah jatuhnya korban jiwa dalam skala masif di tahun 2026.

Baca Juga :  Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Ancaman “Civilization Will Die” Donald Trump

Ketegangan ini bermula dari unggahan Presiden Donald Trump di platform media sosial Truth Social. Trump memberikan peringatan mengerikan bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati malam ini”. Bahkan, ia menetapkan tenggat waktu yang sangat ketat bagi Teheran untuk membuka kembali akses Selat Hormuz bagi energi global.

“Sebuah peradaban utuh akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa dibawa kembali lagi,” tulis Trump. Akibatnya, pernyataan tersebut memicu alarm keamanan di berbagai penjuru dunia. Langkah Trump ini dipandang sebagai sinyal eskalasi paling tajam dalam perang gabungan AS-Israel melawan Iran yang telah melumpuhkan arus perdagangan maritim dunia.

Desakan Pemulihan Navigasi Selat Hormuz

Selain membela hak warga sipil, PBB juga menyerukan percepatan upaya diplomatik untuk menormalkan situasi di Teluk. Guterres mendesak agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz segera pulih tanpa harus melalui penghancuran fisik infrastruktur nasional.

Baca Juga :  Menag: Idul Adha Harus Pastikan Tidak Ada Warga Kelaparan

Dalam hal ini, Selat Hormuz menjadi titik pusat sengketa yang mempertaruhkan stabilitas ekonomi global. Oleh sebab itu, PBB memosisikan diri sebagai penengah yang netral guna mencari jalan damai yang adil bagi seluruh pihak. Keadilan internasional menuntut agar kepentingan politik tidak mengorbankan hak hidup jutaan orang yang tidak berdosa di wilayah konflik.

Kesimpulan: Menanti Keputusan di Menit Terakhir

Masa depan tatanan dunia kini bergantung pada kesediaan Washington dan Teheran untuk menahan diri. Pada akhirnya, penggunaan kekuatan militer untuk meratakan sebuah peradaban akan menjadi noda hitam dalam sejarah kemanusiaan modern.

Dengan demikian, dunia internasional memantau dengan cemas detik-detik berakhirnya ultimatum Trump. Keberhasilan tekanan diplomatik PBB hari ini akan menentukan apakah Rabu pagi akan membawa perdamaian baru atau kehancuran sistemik yang merubah wajah Timur Tengah selamanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca
Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian
Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv
Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian
Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:31 WIB

Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian

Berita Terbaru

Bocoran industri semikonduktor. MediaTek merancang lini Dimensity 9600s, 9600 Pro, dan 9600 Pro Max guna menantang dominasi Qualcomm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MediaTek Siapkan Tiga Varian Dimensity 9600 Berteknologi 2nm

Rabu, 29 Jul 2026 - 08:47 WIB

Efek domino kebijakan biofuel global. India memangkas impor minyak sawit dan minyak kedelai sebesar 30 persen pada Juni 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Rabu, 29 Jul 2026 - 07:04 WIB

Ekspansi lini tablet Honor. Produsen menghadirkan Honor Pad X9 Max berlayar 13 inci, baterai 10.100 mAh, serta empat speaker IMAX Enhanced. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honor Resmi Meluncurkan Tablet Pad X9 Max

Rabu, 29 Jul 2026 - 06:44 WIB