Zelenskyy Puji Ide Baru AS, Rusia Siap Teken Pakta Non-Agresi dengan NATO

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Roda diplomasi untuk mengakhiri perang empat tahun di Ukraina berputar semakin cepat. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, membawa kabar optimis setelah melakukan pembicaraan telepon penting pada Kamis (25/12/2025).

Zelenskyy berbicara selama satu jam dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner. Menurutnya, diskusi tersebut melahirkan “ide-ide baru” yang segar untuk mendekatkan perdamaian nyata.

“Itu adalah percakapan yang sangat baik. Kami membahas banyak detail dan ide bagus,” tulis Zelenskyy di aplikasi Telegram. Lantas, ia menyebutkan adanya kemajuan terkait format pertemuan dan garis waktu (timeline) perdamaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Draf 20 Poin dan Masalah Wilayah

Fokus utama pembicaraan adalah draf rencana perdamaian 20 poin yang baru saja Ukraina ajukan awal pekan ini. Dokumen ini merupakan versi “ramping” dari rencana awal 28 poin.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Jaya Angkut 200 Kg Sampah di Pulau Lancang, Turunkan 15 Personel

Sebelumnya, draf 28 poin menuai kritik keras karena dianggap terlalu menguntungkan Moskow. Rencana lama itu menuntut Kyiv menyerahkan wilayah dan membatasi kekuatan militernya.

Meskipun draf baru lebih solid, Zelenskyy mengakui masih ada ganjalan besar. Pertanyaan kunci mengenai kedaulatan wilayah masih belum terpecahkan.

“Pertemuan dengan Trump akan sangat kami perlukan untuk menyelesaikan masalah paling sensitif ini,” tegas Zelenskyy.

Sementara itu, kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, terus bekerja keras. Ia dijadwalkan menggelar putaran pembicaraan lanjutan dengan negosiator AS untuk memastikan langkah-langkah yang diambil realistis dan efektif.

Kremlin Analisis Dokumen, Kecam Eropa

Di Moskow, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi penerimaan dokumen tersebut. Saat ini, pihak Rusia sedang menganalisis proposal pengakhiran konflik yang dibawa oleh utusan khusus mereka, Kirill Dmitriev, dari Amerika Serikat.

Namun, nada bicara Moskow terdengar berbeda saat menyinggung Eropa. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, melancarkan serangan verbal kepada Benua Biru.

Baca Juga :  Hiu Lebih Tua dari Pohon: Garis Waktu Evolusi yang Mengacaukan Logika

Ia menuduh negara-negara Eropa terus bertaruh pada konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, Eropa tidak mempedulikan perdamaian dan hanya sibuk memikirkan dana yang mereka transfer ke Ukraina.

“Satu-satunya kesibukan mereka adalah dana yang seolah-olah mereka transfer ke Ukraina, lalu mereka dapatkan kembali,” sindir Zakharova.

Tawaran Pakta Non-Agresi ke NATO

Di tengah kritik tersebut, Zakharova justru menyodorkan tawaran mengejutkan. Ia menegaskan bahwa Rusia selalu terbuka untuk bekerja sama dengan Barat, asalkan ada penghormatan penuh terhadap hukum internasional.

Bahkan, Rusia siap memberikan jaminan keamanan konkret bagi tetangganya. Moskow bersedia mengonfirmasi secara formal bahwa mereka tidak memiliki rencana agresif terhadap negara-negara NATO dan Uni Eropa.

“Rusia siap memformalkan komitmen tersebut dalam bentuk dokumen tertulis yang mengikat secara hukum,” janji Zakharova.

Ia menekankan bahwa dokumen tersebut harus menjadi instrumen hukum internasional yang komprehensif. Dengan begitu, ketakutan Eropa akan ekspansi Rusia bisa mereda, membuka jalan bagi arsitektur keamanan baru di kawasan tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Berita Terbaru

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Minggu, 2 Agu 2026 - 06:18 WIB