1.833 Kasus Narkoba Dibongkar Polda Metro Jaya, 2.485 Tersangka Diringkus

Rabu, 8 April 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David memusnahan ratusan kilogram narkoba di Polda Metro Jaya. (Posnews/Ist)

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David memusnahan ratusan kilogram narkoba di Polda Metro Jaya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menggila. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, aparat sukses membongkar 1.833 kasus narkoba.

Hasilnya bikin geleng kepala—sebanyak 2.485 tersangka berhasil diciduk, sementara barang bukti yang disita tembus 712,01 kilogram.

Pengungkapan besar-besaran ini dipamerkan dalam konferensi pers di halaman Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu (8/4/2026), sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, menegaskan pihaknya tak main-main dalam perang melawan narkoba.

Polisi tak hanya menyikat pengedar, tapi juga memburu bandar hingga membongkar pabrik narkoba tersembunyi alias clandestine lab.

Baca Juga :  JK Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi Rp5 Miliar, Siap Laporkan ke Bareskrim

“Jaringan kami sikat habis! Dari bawah sampai aktor intelektualnya kami kejar,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan pun beragam. Mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga zat sintetis berbahaya lainnya yang siap merusak generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik itu semua, polisi mengklaim telah menyelamatkan sekitar 5,17 juta jiwa dari ancaman narkoba.

Tak berhenti di situ, Kasubbidpenmas Polda Metro Jaya, Andaru Rahutomo, menegaskan perang narkoba dilakukan dari dua sisi.

Selain penindakan keras, polisi juga mendorong upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi para korban.

“Kami tidak hanya tangkap, tapi juga selamatkan pengguna lewat rehabilitasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kombes Rita Wulandari Resmi Menjabat Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya

Pemusnahan barang bukti dilakukan secara transparan dengan insinerator, disaksikan lintas instansi dan melalui uji laboratorium.

Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam menutup celah peredaran narkoba di ibu kota.

Data Terkini & Fakta Panas:

  • Total 712,01 kg narkotika disita dalam 3 bulan awal 2026.
  • Ribuan tersangka berasal dari berbagai jaringan, termasuk internasional.
  • Polisi intensif memburu bandar besar dan pendana di balik jaringan gelap.

Kini, Polda Metro Jaya membuka hotline 110 bagi masyarakat yang ingin melapor. Polisi meminta warga tidak diam jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?
Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak
Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia
Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung
Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?
Selandia Baru Siaga Satu: Siklon Vaianu Ancam Pulau Utara dengan Angin Mematikan
Hakim AS Sebut Rencana Pemerintah Terhadap Kilmar Ábrego
Rumah Saksi Dibakar, KPK Usut Intimidasi di Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:29 WIB

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WIB

Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak

Rabu, 8 April 2026 - 18:26 WIB

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 April 2026 - 17:25 WIB

Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung

Rabu, 8 April 2026 - 17:21 WIB

Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Rasionalitas vs Emosi. Membedah mekanisme psikologis di balik kotak suara, di mana identitas kelompok dan bias kognitif sering kali membuat pemilih mengabaikan substansi kebijakan demi citra pemimpin yang mereka sukai di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:29 WIB

Bahaya dari dalam. Demokrasi modern tidak lagi mati melalui kudeta militer yang berdarah, melainkan melalui erosi perlahan yang para pemimpin terpilih lakukan terhadap institusi dan norma politik tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 Apr 2026 - 18:26 WIB