Pam Bondi Mangkir dari Sidang Kongres Soal Berkas Jeffrey Epstein

Jumat, 10 April 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Konflik antara kekuasaan eksekutif dan legislatif memanas pasca-perombakan kabinet mendadak oleh Presiden Donald Trump. Departemen Kehakiman (DOJ) mengisyaratkan pembatalan kehadiran Pam Bondi dalam deposisi resmi di hadapan komite DPR pekan depan.

Dalam konteks ini, deposisi tersebut bertujuan untuk menyelidiki penanganan pemerintah terhadap berkas kasus financier terpidana pedofil, Jeffrey Epstein. Langkah DOJ ini segera memicu gelombang perlawanan bipartisan dari para anggota parlemen di Capitol Hill.

Alasan DOJ: Jabatan vs Kapasitas Pribadi

Juru bicara Komite Oversight DPR, Jessica Collins, memberikan penjelasan mengenai sinyal dari Departemen Kehakiman pada Rabu sore. DOJ berargumen bahwa Bondi tidak wajib hadir karena ia sudah tidak lagi menjabat sebagai Jaksa Agung. Bahkan, mereka mengeklaim surat panggilan tersebut dikirimkan dalam kapasitasnya sebagai pejabat aktif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, komite legislatif menolak alasan tersebut secara tegas. Pihak komite kini berencana menghubungi pengacara pribadi Bondi guna menjadwalkan ulang sesi tanya jawab. Mereka memandang kesaksian Bondi sangat krusial guna mengungkap alasan di balik rilis data yang penuh dengan kesalahan teknis tersebut.

Baca Juga :  118 Ribu Warga Mengungsi di Tengah Gempuran Udara Pakistan-Afghanistan

Tekanan Bipartisan: “Bondi Tidak Bisa Kabur”

Anggota parlemen dari kedua partai menunjukkan kesatuan sikap dalam menuntut akuntabilitas. Perwakilan Partai Republik, Nancy Mace, menegaskan bahwa status pengangguran tidak membebaskan seseorang dari kewajiban hukum. “Bondi tidak bisa melarikan diri dari tanggung jawab hanya karena ia tidak lagi memegang jabatan,” tegas Mace melalui media sosial.

Selain itu, Mace menjelaskan bahwa mosi pemanggilan tersebut dilakukan berdasarkan nama individu, bukan sekadar gelar jabatan. Senada dengan itu, tokoh Demokrat Robert Garcia menuduh Bondi sengaja menghindari kewajiban legalnya. Garcia bahkan mengancam akan mengajukan tuntutan “penghinaan terhadap Kongres” jika Bondi tetap menolak hadir di tahun 2026 ini.

Kegagalan Berkas Epstein dan Transisi Blanche

Pam Bondi menghadapi sorotan tajam setelah Departemen Kehakiman merilis jutaan dokumen terkait jaringan prostitusi anak Epstein. Sebab, dokumen tersebut mengandung banyak kesalahan data dan melewati batas waktu yang telah Kongres tetapkan. Masalah ini menjadi salah satu pemicu utama ketidakpuasan Presiden Trump hingga berujung pada pemecatan Bondi pada 2 April lalu.

Baca Juga :  Mengapa Gen Z Tidak Setia pada Merek?

Meskipun demikian, proses transisi di Departemen Kehakiman tampak membingungkan bagi publik. Todd Blanche kini telah naik jabatan sebagai pelaksana tugas (Plt) Jaksa Agung. Namun, hingga Rabu malam, situs resmi DOJ masih mencantumkan nama Pam Bondi sebagai pimpinan tertinggi departemen tersebut.

Menanti Ketegasan Komisi Oversight

Masa depan penyelidikan ini kini bergantung pada ketegasan Ketua Komite, James Comer. Pada akhirnya, preseden tahun 2026 menunjukkan bahwa Kongres memiliki kekuatan untuk memaksa mantan pejabat tinggi bersaksi.

Comer sebelumnya sukses menegakkan panggilan paksa terhadap Bill dan Hillary Clinton awal tahun ini. Dengan demikian, publik menanti apakah standar hukum yang sama akan berlaku bagi Pam Bondi. Penyingkapan utuh mengenai “berkas Epstein” tetap menjadi tuntutan utama warga Amerika guna menjamin keadilan bagi para korban di tengah hiruk-pikuk politik Washington.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Berita Terbaru

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB