Ancaman Sabotase Bawah Laut: Inggris Adang Operasi Rahasia Kapal Selam Rusia

Sabtu, 11 April 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keamanan di bawah permukaan. Inggris mengerahkan armada militer untuk mengadang kapal selam Rusia yang beroperasi di sekitar kabel dan pipa energi strategis, mengonfirmasi kesiapan pertahanan nasional di tengah fokus global pada konflik Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Keamanan di bawah permukaan. Inggris mengerahkan armada militer untuk mengadang kapal selam Rusia yang beroperasi di sekitar kabel dan pipa energi strategis, mengonfirmasi kesiapan pertahanan nasional di tengah fokus global pada konflik Timur Tengah. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Inggris mengambil langkah militer proaktif. Mereka berupaya melindungi infrastruktur bawah laut sebagai urat nadi energi dan telekomunikasi negara. Angkatan Laut Inggris resmi mengonfirmasi keberhasilan pengadangan kapal selam Rusia. Intelijen sebelumnya mendeteksi operasi rahasia tersebut selama satu bulan lebih.

Dalam konteks ini, Menteri Pertahanan John Healey memberikan penjelasan tambahan. Rusia mencoba mengeksploitasi fokus dunia yang sedang terpecah saat ini. Inggris menuduh Moskow meluncurkan operasi maritim utara. Rusia memanfaatkan situasi saat AS dan sekutunya fokus pada konflik militer di Iran.

Deteksi Kapal Selam Akula dan Unit Spesialis GUGI

Operasi Rusia tersebut melibatkan aset militer yang sangat canggih. John Healey merinci bahwa intelijen Inggris mendeteksi satu kapal selam serbu kelas Akula milik Rusia. Selain itu, dua kapal selam spesialis dari Direktorat Utama Riset Laut Dalam (GUGI) Moskow turut menyertai misi rahasia tersebut.

“Kapal-kapal ini memang dirancang untuk melakukan survei infrastruktur bawah laut pada masa damai dan melakukan sabotase saat konflik,” tegas Healey dalam konferensi pers pada hari Kamis. Oleh karena itu, Inggris segera mengerahkan kapal fregat, tanker pendukung, dan pesawat patroli maritim. Langkah ini memastikan militer mengawasi ketat setiap pergerakan Rusia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Koordinasi NATO dan Respon Rusia

Langkah defensif Inggris ini mendapatkan dukungan penuh dari sekutu regional. Norwegia turut mengerahkan pesawat patroli maritim P-8 dan satu unit fregat. Kehadiran mereka memperkuat pemantauan di jalur pelayaran utama tersebut. Sebagai hasilnya, NATO berhasil menghentikan operasi terselubung Rusia. Mereka mencegah kerusakan fisik pada infrastruktur kabel internasional.

Namun, Kedutaan Besar Rusia di London membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Pihak Moskow melabeli pernyataan Healey sebagai informasi yang “mustahil untuk dipercaya atau diverifikasi”. Rusia menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengancam infrastruktur bawah laut Inggris. Moskow juga mengklaim tidak menggunakan retorika agresif dalam masalah maritim. Meskipun demikian, pengamat sering menghubungkan rentetan kerusakan kabel di Eropa sejak 2022 dengan aktivitas mencurigakan Rusia.

Baca Juga :  Teori Warung Kopi: Alasan Cerdas Kenapa Pesaing Sering Berdekatan

Pembelaan Kapasitas Maritim dari Kritik Donald Trump

Pengungkapan operasi ini juga berfungsi sebagai jawaban diplomatik terhadap tekanan dari Washington. Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik respon Inggris terhadap perang Iran. Trump bahkan mengejek kapal induk Inggris sebagai “mainan” yang tidak efektif.

Dalam hal ini, Healey menegaskan bahwa pengerahan aset domestik adalah prioritas utama. Pemerintah tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional tersebut. “Ancaman terbesar sering kali tidak terlihat dan sunyi,” ujar Healey. Akibatnya, Inggris memilih untuk menggunakan sumber dayanya secara strategis di wilayah utara. Mereka tidak ingin mengerahkan seluruh kekuatannya ke Timur Tengah.

Memperkuat Benteng Atlantik Utara

Tatanan keamanan di Samudra Atlantik Utara dan Laut Baltik kini memasuki fase kewaspadaan tinggi. Pada akhirnya, keberhasilan operasi Inggris dan Norwegia membuktikan bahwa kolaborasi NATO tetap solid.

Dengan demikian, masyarakat kini menyadari medan tempur 2026 tidak hanya di daratan Iran. Konflik ini menjalar hingga ke kedalaman samudra. Perlindungan infrastruktur kritis kini menjadi variabel keamanan nasional yang sangat krusial. Hal ini menjamin keberlangsungan ekonomi dan komunikasi dunia di tengah persaingan kekuatan besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Berita Terbaru

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB

Ilustrasi, bangku sekolah kosong. (Posnews/Ist)

DAERAH

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:38 WIB