Teror di Amsterdam: Ledakan di Sekolah Yahudi Picu Kekhawatiran Global atas Anti-Semitisme

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Siaga keamanan di Perth. Otoritas kepolisian Australia memberlakukan zona eksklusi di Terminal 1 Bandara Perth guna menginvestigasi laporan tas tak bertuan yang memicu penumpukan penumpang pada Rabu siang. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Siaga keamanan di Perth. Otoritas kepolisian Australia memberlakukan zona eksklusi di Terminal 1 Bandara Perth guna menginvestigasi laporan tas tak bertuan yang memicu penumpukan penumpang pada Rabu siang. Dok: Istimewa.

AMSTERDAM, POSNEWS.CO.ID – Sebuah ledakan mengguncang sebuah sekolah Yahudi di kawasan perumahan elit Amsterdam pada Sabtu pagi. Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, mendeskripsikan insiden tersebut sebagai serangan yang disengaja terhadap komunitas Yahudi.

Ledakan itu merusak pipa air dan menghanguskan dinding luar bangunan sekolah. Meskipun demikian, pihak berwenang mengonfirmasi tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Halsema menegaskan bahwa polisi menangani insiden ini dengan sangat serius. “Ini adalah tindakan agresi pengecut terhadap komunitas Yahudi,” tegas Halsema.

Peningkatan Sentimen Anti-Semit di Belanda

Wali Kota Halsema mencatat bahwa warga Yahudi di Amsterdam semakin sering menghadapi konfrontasi anti-semit. Oleh karena itu, ia menganggap situasi ini sama sekali tidak dapat diterima. Sekolah tersebut merupakan satu-satunya lembaga pendidikan bagi penganut Yahudi ortodoks di Belanda yang telah memiliki sistem pengamanan ketat.

Baca Juga :  Bisnis Perang: Menyoroti Kompleks Industri Militer

Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, juga memberikan respon keras melalui platform X. Ia menyebut serangan tersebut sebagai hal yang mengerikan. Selanjutnya, Jetten memastikan bahwa keamanan institusi Yahudi menjadi perhatian penuh pemerintah. Ketakutan dan kemarahan kini menyelimuti komunitas Yahudi di seluruh negeri pasca-ledakan tersebut.

Efek Domino di Rotterdam dan Belgia

Keamanan di institusi Yahudi sebenarnya telah meningkat sebelum ledakan di Amsterdam terjadi. Hal ini merupakan antisipasi setelah serangan pembakaran di sebuah sinagoge di pusat kota Rotterdam pada Jumat malam. Selain itu, sebuah ledakan juga memicu kebakaran hebat di sebuah sinagoge di Liege, Belgia, pada hari Senin.

Rentetan serangan ini menunjukkan pola kekerasan yang sistemik di kawasan Eropa Barat. Akibatnya, otoritas keamanan di berbagai negara tetangga kini berada dalam status siaga tinggi. Mereka berupaya mengidentifikasi jaringan di balik serangan teror yang menargetkan identitas keagamaan ini.

Baca Juga :  Serangan Tahun Pertama Trump Lampaui Empat Tahun Biden

Hubungan dengan Eskalasi Perang Iran

Para analis keamanan menilai kenaikan ancaman ini berhubungan langsung dengan situasi di Timur Tengah. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu reaksi global yang sangat volatil. Sebagai hasilnya, komunitas Yahudi di seluruh dunia kini menghadapi risiko serangan balasan dari simpatisan Teheran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, kedaulatan informasi dan keamanan domestik di Eropa kini sedang diuji oleh dinamika Hubungan Internasional yang keras. Pemerintah Belanda berkomitmen untuk melindungi seluruh warga negaranya tanpa memandang latar belakang agama. Pada akhirnya, stabilitas sosial di Eropa akan bergantung pada seberapa efektif aparat keamanan meredam dampak dari konflik global yang terus meluas di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas
Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:19 WIB

May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB