Harry dan Meghan Kembali ke Australia di Tengah Kritik

Rabu, 15 April 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kembalinya sang Duke dan Duchess. Pangeran Harry dan Meghan Markle memulai kunjungan empat hari di Australia untuk mendukung komunitas lokal, sembari menghadapi sorotan tajam terkait biaya keamanan dan komersialisasi status kerajaan mereka. Dok: AP News.

Kembalinya sang Duke dan Duchess. Pangeran Harry dan Meghan Markle memulai kunjungan empat hari di Australia untuk mendukung komunitas lokal, sembari menghadapi sorotan tajam terkait biaya keamanan dan komersialisasi status kerajaan mereka. Dok: AP News.

MELBOURNE, POSNEWS.CO.ID – Pangeran Harry dan Meghan Markle resmi kembali ke tanah Australia pada Selasa pagi. Pasangan Duke dan Duchess of Sussex memulai kunjungan empat hari di sana. Mereka bertujuan mempererat hubungan dengan komunitas lokal di Melbourne, Canberra, dan Sydney.

Kunjungan ini merupakan perjalanan pertama mereka ke Australia sejak tahun 2020. Kala itu, mereka memutuskan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Status kunjungan ini pun memicu perdebatan hangat di kalangan publik dan media massa Australia.

Pendanaan Mandiri dan Kontroversi Biaya Keamanan

Pasangan Sussex menegaskan bahwa dana pribadi membiayai seluruh perjalanan ini. Mereka terbang menggunakan kelas bisnis komersial Qantas Airways dari Los Angeles. Meskipun begitu, langkah efisiensi ini tidak meredam kritik publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah utama muncul dari anggaran keamanan. Kepolisian di Melbourne, Canberra, dan Sydney harus mengerahkan personel tambahan. Petugas wajib mengawal pergerakan pasangan tersebut selama kunjungan berlangsung.

Muncul keluhan mengenai beban pajak warga. Dana tersebut melindungi individu yang secara formal bukan lagi pejabat negara. Keterbatasan anggaran keamanan ini juga membatasi acara publik. Ribuan massa tidak lagi menyambut mereka seperti pada tur pernikahan 2018 lalu.

Baca Juga :  PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Agenda Sosial: Jejak Sejarah di Rumah Sakit Anak

Royal Children’s Hospital Melbourne menjadi lokasi kegiatan publik pertama mereka. Kunjungan ini memiliki nilai historis yang kuat bagi Harry. Mendiang neneknya, Ratu Elizabeth II, membuka fasilitas tersebut pada 1963. Orang tuanya, Putri Diana dan Pangeran Charles, juga berkunjung pada 1985.

Di lokasi, Harry dan Meghan menyapa puluhan simpatisan. Warga menyambut mereka dengan kamera ponsel yang menyala. Seorang reporter bertanya mengenai hal yang paling Harry nantikan. Harry menjawab singkat: “Semuanya. Senang bisa kembali ke sini.”

Meghan berencana mengunjungi penampungan perempuan di Melbourne. Sementara itu, Harry akan meninjau museum seni khusus veteran perang.

Kritik Media: Antara Branding dan Komodifikasi

Media lokal memberikan respons beragam terhadap kehadiran pasangan ini. Surat kabar Herald Sun melabeli kunjungan tersebut sebagai “tur kerajaan palsu”. Media menilai mereka hanya ingin memperkuat citra Brand Sussex.

Giselle Bastin, pakar kerajaan dari Flinders University, melihat adanya konflik kepentingan. Bastin menilai tur semi-kerajaan ini sebagai cara putus asa untuk memonetisasi status bangsawan. Kritik ini merujuk pada beberapa acara berbayar yang mereka hadiri di Australia.

Baca Juga :  Razia Obat Ilegal di Tanah Abang, 10 Pengedar Diciduk! Ribuan Butir Disita

Pembelaan Sussex: Fokus pada Dampak Komunitas

Kantor resmi pasangan Sussex menolak keras tuduhan kampanye publisitas. Mereka menyatakan bahwa program kunjungan berakar pada komitmen jangka panjang. Fokusnya adalah mengamplifikasi organisasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan resmi mereka menulis bahwa kunjungan ini memprioritaskan kegiatan mendengarkan dan mendukung komunitas. Afua Hagan, komentator media, menyebut media sering menggambarkan pasangan ini sebagai “penjahat”. Apapun tindakan mereka akan selalu memicu kritik sistemik dari pihak oposisi.

Menuju Pelabuhan Sydney

Sisa rangkaian kunjungan ini akan menguji hubungan pasangan Sussex dengan publik Australia. Harry akan memberikan penghormatan di Australian War Memorial, Canberra. Selanjutnya, pasangan ini akan bergabung dalam acara berlayar Invictus Australia di Sydney Harbour.

Dampak sosial bagi veteran dan komunitas rentan akan menentukan keberhasilan kunjungan 2026 ini. Harry dan Meghan berupaya membuktikan relevansi mereka sebagai agen perubahan global. Mereka ingin menunjukkan peran tersebut di luar struktur monarki tradisional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Air PAM Jaya Terganggu 5-6 Juni, 45 Kelurahan Diminta Siapkan Cadangan
Fortuner Hantam Dua Motor di Kemang Bogor, Satu Pengendara Tewas di Tempat
Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki
KPK Jerat Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi, Sita Dolar AS hingga Dolar Singapura
Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina
Roket Hezbollah dan Serangan Udara Israel Kembali Guncang
Menkeu AS Scott Bessent Bungkam Soal Imunitas Audit Pajak
Bayar Pajak Kendaraan Bekas Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Ini Syaratnya

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pasokan Air PAM Jaya Terganggu 5-6 Juni, 45 Kelurahan Diminta Siapkan Cadangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:30 WIB

Fortuner Hantam Dua Motor di Kemang Bogor, Satu Pengendara Tewas di Tempat

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:57 WIB

Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:04 WIB

KPK Jerat Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi, Sita Dolar AS hingga Dolar Singapura

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina

Berita Terbaru

Ilustrasi, Redakan kecemasan sekutu. Presiden Donald Trump terkonfirmasi akan menghadiri KTT NATO di Turki pada bulan Juli, meskipun ketegangan terkait perang Iran masih membayangi aliansi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aliansi: Donald Trump Konfirmasi Hadiri KTT NATO di Turki

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:57 WIB

Kebuntuan di garis depan. Militer Rusia meluncurkan serangan udara masif ke kota-kota Ukraina guna menutupi perlambatan drastis gerak maju pasukan darat mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:51 WIB