Menkeu AS Scott Bessent Bungkam Soal Imunitas Audit Pajak

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal pajak di Capitol Hill. Menteri Keuangan Scott Bessent menolak menjelaskan status imunitas audit pajak Donald Trump setelah pembatalan dana kompensasi USD 1,776 miliar. Dok: Istimewa.

Skandal pajak di Capitol Hill. Menteri Keuangan Scott Bessent menolak menjelaskan status imunitas audit pajak Donald Trump setelah pembatalan dana kompensasi USD 1,776 miliar. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menolak memberikan penjelasan mengenai imunitas audit pajak Presiden Donald Trump. Hal ini terjadi dalam rapat dengar pendapat anggaran bersama Komite Keuangan Senat pada hari Rabu waktu setempat.

Bessent enggan menjawab pertanyaan anggota dewan mengenai kelanjutan kesepakatan hukum sensitif tersebut. Sebab, ia berdalih tidak dapat mengomentari kasus sengketa yang masih berjalan di pengadilan federal.

Kemarahan Senat dan Tudingan Menghindar

Sikap bungkam Bessent langsung memicu kemarahan besar dari para politisi Demokrat di kongres. Sebagai contoh, Senator Catherine Cortez Masto secara terbuka menuduh menteri keuangan tersebut sengaja mengelak.

“Sikap Anda yang terus menghindar ini sangat keterlaluan bagi publik,” tegas Cortez Masto dengan nada geram.

Sementara itu, Ketua Komite Senat Ron Wyden juga menuntut penjelasan mendalam dari Departemen Keuangan. Sebab, kementerian tersebut terlibat langsung dalam penyusunan draf kesepakatan damai sejak awal mula.

Nilai Fantastis Imunitas Pajak Trump

Perselisihan ini bermula dari kesepakatan damai gugatan pajak antara Trump dan Departemen Kehakiman. Sebelumnya, pemerintah telah membatalkan rencana pembentukan dana kompensasi “anti-weaponization” senilai USD 1,776 miliar.

Meskipun demikian, Jaksa Agung Sementara Todd Blanche menyatakan bahwa komitmen imunitas audit pajak tetap berlaku. Dengan demikian, Trump beserta seluruh keluarganya terbebas dari pemeriksaan dinas pajak IRS.

Kebijakan khusus ini berpotensi menghapus tagihan pajak Trump dalam jumlah yang sangat fantastis. Sebagai gambaran, Trump terancam denda hingga USD 100 juta akibat dugaan rekayasa laporan keuangan masa lalu.

Baca Juga :  Geopolitik Mineral Kritis, Perang Baru Ekonomi Hijau

Penolakan dari Kubu Republikan

Kebijakan istimewa ini ternyata tidak hanya memicu protes keras dari politisi Demokrat. Di sisi lain, beberapa senator senior dari Partai Republik juga mulai menunjukkan sikap penolakan serupa.

“Saya rasa tidak boleh ada warga Amerika yang mendapatkan keistimewaan hukum seperti itu,” ujar Senator Republikan Bill Cassidy.

Pendiri Center for Taxpayer Rights, Nina Olson, menyamakan skandal ini dengan era Presiden Richard Nixon. Menurutnya, keputusan ini menjadi titik terendah bagi integritas lembaga pengumpul pajak federal sejak tahun 1970-an.

Saat ini, hakim federal di Florida telah membuka kembali kasus sengketa pajak tersebut untuk penyelidikan. Oleh karena itu, publik kini menanti apakah pengadilan mampu membatalkan kesepakatan kontroversial tersebut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB