Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita

Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Bongkar Mafia BBM dan LPG Subsidi, 330 Tersangka Ditangkap, Kerugian Rp243 Miliar. (Posnews/Ist)

Bareskrim Bongkar Mafia BBM dan LPG Subsidi, 330 Tersangka Ditangkap, Kerugian Rp243 Miliar. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mabes Polri mengguncang jaringan mafia energi. Dalam operasi besar selama 13 hari, aparat membongkar praktik ilegal BBM dan LPG subsidi di ratusan titik.

Hasilnya mencengangkan: 330 tersangka diringkus dari 223 lokasi di seluruh Indonesia.

Operasi masif ini dipimpin langsung Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, didampingi Dirtipidter Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Nunung menegaskan, praktik ilegal ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bentuk perampasan hak rakyat kecil.

“Setiap liter BBM dan tabung LPG subsidi yang diselewengkan adalah hak petani, nelayan, hingga sopir yang dirampas,” tegasnya.

Pemerintah sendiri terus menjaga harga energi tetap terjangkau. Namun di lapangan, mafia justru bermain kotor demi keuntungan besar.

Modus Kotor: Timbun, Oplos, hingga Main Barcode

Polisi mengungkap berbagai trik licik para pelaku. Mereka membeli BBM subsidi berulang di SPBU, lalu menimbun dan menjual kembali ke industri dengan harga tinggi.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Tes DNA dengan Lisa Mariana, Hasil Diumumkan Rabu 20 Agustus 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pelaku juga memodifikasi tangki kendaraan, memakai pelat nomor palsu, hingga bekerja sama dengan oknum SPBU untuk mengakali sistem barcode.

Sementara pada LPG, modusnya lebih nekat: isi tabung 3 kg dipindahkan ke tabung 12 kg dan 50 kg, lalu dijual sebagai non-subsidi.

Barang Bukti Menggunung, Kerugian Negara Fantastis

Dalam operasi ini, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar:

  • 403.158 liter solar
  • 58.656 liter pertalite
  • Ribuan tabung LPG dari berbagai ukuran
  • 161 unit kendaraan operasional

Kerugian negara ditaksir tembus Rp243 miliar hanya dalam periode 7–20 April 2026.

65 SPBU Terlibat, Jaringan Terorganisir

Data terbaru menunjukkan, sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 65 SPBU terseret kasus serupa. Dari jumlah itu, 46 perkara sudah dinyatakan lengkap (P21), sementara sisanya masih diselidiki.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Palmerah Panen Pokcoy di Atap Masjid, Bukti Warga Bisa Swasembada Pangan

Fakta ini menguatkan dugaan bahwa praktik ilegal ini bukan aksi individu, melainkan jaringan terorganisir.

Polri menegaskan perang total terhadap mafia energi. Tak hanya pelaku lapangan, aparat juga memburu pemodal hingga aktor di balik layar.

“Kami telusuri aliran uangnya. Kami terapkan juga pasal TPPU,” tegas Nunung.

Untuk itu, Polri menggandeng PPATK, Kejaksaan Agung RI, hingga Pertamina guna membongkar jaringan secara menyeluruh.

Dampak Nyata: LPG Langka, Antrean Mengular

Aksi para pelaku berdampak langsung ke masyarakat. Kelangkaan LPG 3 kg, solar subsidi yang sulit didapat, hingga antrean panjang di SPBU menjadi bukti nyata ulah mafia.

Polri mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi energi. Warga diminta segera melapor jika menemukan penimbunan, pengoplosan, atau penjualan di atas harga resmi.

Menutup pernyataannya, Nunung mengirim peringatan keras.

“Zero tolerance. Tidak ada kompromi. Siapa pun yang bermain, kami tindak tegas,” tandasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata
Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia
Curanmor Merajalela di Tangerang, Polisi Ringkus 4 Pelaku dan Sita Senpi
AS Investasi $50 Juta di Afrika guna Patahkan Dominasi Tiongkok
Tragedi Wang Fuk Court: 168 Nyawa Melayang, Korban Mulai Masuki Reruntuhan Apartemen Hong Kong
Hangat dan Penuh Makna, Prabowo-Titiek Rayakan Ultah ke-67 Bersama Keluarga
Batas Kebebasan Bicara Disorot, Pigai: Ada Risiko Hukum Jika Ganggu Stabilitas

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB

Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita

Selasa, 21 April 2026 - 13:51 WIB

Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WIB

Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Selasa, 21 April 2026 - 12:05 WIB

Curanmor Merajalela di Tangerang, Polisi Ringkus 4 Pelaku dan Sita Senpi

Berita Terbaru

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:44 WIB