Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghalau senapan mesin siber. SoftBank dan OpenAI meluncurkan layanan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melindungi sistem infrastruktur vital Jepang. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

Menghalau senapan mesin siber. SoftBank dan OpenAI meluncurkan layanan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna melindungi sistem infrastruktur vital Jepang. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Raksasa teknologi asal Jepang, SoftBank Group Corp, meluncurkan layanan keamanan siber baru menggunakan teknologi pintar milik OpenAI. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan ancaman serangan digital yang kian meresahkan secara global.

Sebab, para peretas kini menggunakan kecerdasan buatan untuk melancarkan serangan siber yang jauh lebih kompleks.

Krisis Nasional dan Ancaman Senapan Mesin

CEO SoftBank, Masayoshi Son, menyebut kerentanan sistem keamanan digital Jepang saat ini berada dalam kondisi krisis yang serius. Ia menyamakan ancaman siber masa kini dengan gempuran senapan mesin yang sangat masif dan mematikan.

Oleh karena itu, SoftBank menghadirkan layanan penambalan celah keamanan untuk melindungi jaringan penting negara. Langkah taktis ini menargetkan 3.000 perusahaan pengelola infrastruktur vital seperti bandara, sistem kelistrikan, hingga jaringan transportasi.

Son menegaskan bahwa perusahaan memikul tanggung jawab besar untuk menghentikan aksi kejahatan dari para peretas siber tersebut. Secara teknis, layanan baru ini akan mendiagnosis kelemahan sistem secara mendalam pada tahap awal. Selanjutnya, tim ahli akan menganalisis langkah terbaik untuk menambal celah kebocoran data tersebut secara instan.

Ketidakhadiran Sam Altman dan SB OAI Japan

CEO OpenAI, Sam Altman, awalnya menjadwalkan kehadiran langsung dalam acara peluncuran besar di Tokyo tersebut. Namun, ia membatalkan perjalanan tersebut karena putrinya lahir lebih cepat dari perkiraan medis. Dengan demikian, Kepala Peneliti OpenAI, Mark Chen, hadir untuk menggantikan posisi Altman di atas panggung utama.

Baca Juga :  Swedia Resmi Larang Ponsel di Sekolah Mulai 2026

Sementara itu, SoftBank dan OpenAI telah mendirikan perusahaan patungan dengan kepemilikan saham sebesar 50:50 tahun lalu. Entitas baru dengan nama SB OAI Japan ini berfokus penuh untuk mengembangkan layanan kecerdasan buatan khusus pasar domestik.

Kedua perusahaan belum mengumumkan nilai investasi resmi dari proyek kerja sama keamanan siber berteknologi tinggi ini. Meskipun begitu, SoftBank menawarkan uji diagnosis sistem secara gratis bagi semua perwakilan perusahaan yang menghadiri presentasi. Pada akhirnya, kolaborasi siber ini bertujuan untuk memulihkan kedaulatan keamanan digital nasional Jepang secara berkelanjutan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keputusan Sony Hapus Game Fisik PlayStation Tidak Terbendung
Misi Klasik Bomb Da Base Act II Berhasil Mengubah Industri Game
Berbagai Akun Game Raksasa Promosikan Assassin’s Creed
Karakter Valko Absen dari Update Love and Deepspace
Re-rilis Call of Duty Black Ops 1 dan 2 Sentuh PS4 dan PS5
Badai PHK Xbox: Pengembangan The Elder Scrolls 6 Terancam
Heist Baru GTA Online: Rockstar Siap Rilis The Kortz Center Heist
OpenAI Resmi Meluncurkan Seri GPT-5.6 Secara Global

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Keputusan Sony Hapus Game Fisik PlayStation Tidak Terbendung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:32 WIB

Misi Klasik Bomb Da Base Act II Berhasil Mengubah Industri Game

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:27 WIB

Berbagai Akun Game Raksasa Promosikan Assassin’s Creed

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:27 WIB

Karakter Valko Absen dari Update Love and Deepspace

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:23 WIB

Re-rilis Call of Duty Black Ops 1 dan 2 Sentuh PS4 dan PS5

Berita Terbaru