Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 April 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pilar utama kebijakan imigrasi agresif Presiden Donald Trump menghadapi hambatan hukum yang serius. Pengadilan banding federal secara resmi memblokir perintah eksekutif yang melarang akses suaka bagi migran di perbatasan selatan Amerika Serikat pada hari Jumat.

Dalam konteks ini, putusan tersebut mengguncang strategi keamanan perbatasan yang Trump umumkan sejak hari pertama pelantikannya pada tahun 2025. Oleh karena itu, otoritas di Washington kini harus mengevaluasi kembali prosedur penegakan hukum di tengah tekanan arus migrasi global di tahun 2026 ini.

Dasar Hukum: Konstitusi vs Proklamasi Presiden

Panel hakim menyimpulkan bahwa Presiden Trump tidak dapat menciptakan prosedur pemulangan migran buatannya sendiri. Secara khusus, Hakim J. Michelle Childs menekankan bahwa kekuasaan untuk menangguhkan masuknya warga asing tidak memberikan kewenangan mutlak bagi presiden untuk membatalkan proses suaka yang diamanatkan undang-undang.

“Teks, struktur, dan sejarah INA memperjelas bahwa Kongres tidak bermaksud memberikan otoritas pemindahan yang luas seperti yang diklaim oleh eksekutif,” tulis pendapat mayoritas pengadilan. Akibatnya, kedaulatan hukum Amerika Serikat kini kembali ditegakkan di atas kebijakan unilateral kepresidenan.

Respon Gedung Putih: Tuduhan “Hakim Politik”

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, segera memberikan tanggapan keras melalui tayangan media. Leavitt menyebut putusan tersebut “tidak mengejutkan” dan menuduh para hakim bertindak berdasarkan lensa politik, bukan literasi hukum yang murni.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Trump bertindak sepenuhnya dalam kapasitasnya sebagai panglima tertinggi guna mengatasi “invasi” di perbatasan. Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, menambahkan bahwa Departemen Kehakiman (DOJ) akan segera mengajukan peninjauan kembali. “Kami yakin posisi kami akan dibenarkan di pengadilan yang lebih tinggi,” tegas Jackson.

Dampak Kemanusiaan: Harapan di Selatan Meksiko

Bagi para pengungsi dari Haiti, Kuba, dan Venezuela, putusan ini menjadi titik terang di tengah kondisi yang memprihatinkan. Ribuan migran saat ini masih terdampar di kota-kota perbatasan seperti Tapachula, Meksiko, akibat sistem suaka yang hampir kolaps.

Baca Juga :  Istri Tewas Terbakar, Suami di Cakung Ditangkap Polisi Gegara Cemburu

Lee Gelernt, pengacara dari American Civil Liberties Union (ACLU), menyambut hangat keputusan tersebut. Menurutnya, perlindungan ini sangat esensial bagi mereka yang melarikan diri dari bahaya perang atau persekusi. Di sisi lain, Josue Martinez, seorang psikolog di penampungan migran Meksiko, berharap ada kepastian hukum yang lebih konkret. “Kami telah mendengar berita seperti ini sebelumnya, namun sering kali hanya bersifat sementara sebelum dibatalkan kembali,” ujar Martinez.

Masa depan akses suaka di Amerika Serikat kini bergantung pada langkah hukum selanjutnya di Mahkamah Agung. Pada akhirnya, pemerintah tetap memiliki hak untuk meminta penangguhan berlakunya putusan ini selama proses banding berjalan.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah sistem checks and balances AS mampu meredam ambisi kebijakan luar negeri dan domestik Trump yang kontroversial. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, persimpangan antara keamanan nasional dan hak asasi manusia tetap menjadi medan tempur hukum paling sengit di belahan Bumi Barat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB