Pertemuan dengan JK, Ormas Katolik Tegaskan Tak Ada Penistaan Agama

Senin, 27 April 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla  (Posnews/Ist)

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sejumlah organisasi masyarakat Katolik Indonesia menemui Jusuf Kalla di kediamannya, Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Pertemuan ini sekaligus membahas laporan dugaan penistaan agama yang sempat menyeret nama JK.

Ketua Umum DPP PATRIA PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan laporan tersebut tidak berdasar. Ia menyebut pernyataan JK telah dipotong dan diedit sehingga menimbulkan persepsi keliru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, konteks utuh pidato JK justru tidak menyinggung atau menyerang ajaran agama tertentu.

Baca Juga :  Babinsa Penuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Resmi Ditahan Kodim Jakpus

Pesan Perdamaian Justru Ditekankan

Dalam pertemuan tersebut, Agustinus menilai JK menyampaikan pesan damai. Ia menegaskan tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan atau permusuhan.

Karena itu, narasi penistaan dinilai tidak sesuai dengan substansi pernyataan JK.

Selanjutnya, pihaknya mengimbau pelapor untuk mencabut laporan demi menjaga persatuan. Ia menilai isu ini berpotensi memicu polarisasi jika terus dipaksakan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh.

Baca Juga :  Ibu Korban Pembunuhan Bocah di Cilincing Meninggal Dunia, Kasus Tetap Berlanjut

Kiprah JK dalam Perdamaian Diangkat

Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, juga menyoroti rekam jejak JK dalam menyelesaikan konflik di Indonesia.

Ia menyebut JK berperan dalam upaya perdamaian di berbagai wilayah seperti Poso, Ambon, dan Aceh.

Oleh karena itu, pertemuan ini menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mempolitisasi isu sensitif.

Ormas Katolik mengajak seluruh elemen bangsa tetap tenang, kritis, dan tidak terjebak provokasi yang dapat memecah belah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi
Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp
Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin
Pemerintah Pastikan Seluruh Warga Berhak Bansos Masuk Sistem Perlinsos
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026
Aparat Bongkar Pengiriman Ilegal 100 Satwa Endemik Papua Lewat Jalur Laut
Gunakan Visa Turis untuk Cari Uang, 25 WNA Langsung Dideportasi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:12 WIB

Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:48 WIB

Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:56 WIB

Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Berita Terbaru