Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem

Kamis, 30 April 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenang sejarah, membangun masa depan. Raja Charles III dan Ratu Camilla meletakkan karangan bunga di Memorial 9/11 sebagai simbol solidaritas abadi, sebelum melanjutkan kegiatan sosial di Harlem untuk mendukung ketahanan pangan kota. Dok: REUTERS/Christian Monterrosa.

Mengenang sejarah, membangun masa depan. Raja Charles III dan Ratu Camilla meletakkan karangan bunga di Memorial 9/11 sebagai simbol solidaritas abadi, sebelum melanjutkan kegiatan sosial di Harlem untuk mendukung ketahanan pangan kota. Dok: REUTERS/Christian Monterrosa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Raja Charles III dan Ratu Camilla memperingati para korban serangan al-Qaeda di World Trade Center dalam kunjungan yang penuh makna di bawah Manhattan. Pasangan kerajaan ini meletakkan karangan bunga di lokasi di mana menara kembar setinggi 110 lantai pernah berdiri tegak sebelum tragedi 25 tahun silam.

Mantan Wali Kota New York City, Michael Bloomberg, mendampingi sang Raja dan Ratu menuju salah satu kolam refleksi. Kolam tersebut merupakan jejak fisik dari menara yang hancur dalam serangan tersebut. Oleh karena itu, momen ini menjadi pengingat kuat akan pengorbanan ribuan nyawa dalam peristiwa yang mengubah dunia tersebut.

Pesan Solidaritas di Atas Perunggu

Raja Charles meletakkan buket bunga lila putih, bakung, dan peony di atas tembok perunggu yang mengelilingi kolam. Di tembok tersebut, nama-nama para korban terukir sebagai penghormatan abadi. Selain itu, sebuah catatan tulisan tangan sang Raja menyertai karangan bunga tersebut.

“Kami menghormati kenangan semua orang yang kehilangan nyawa secara tragis pada 11 September 2001, dan berdiri dalam solidaritas abadi dengan rakyat Amerika,” tulis pesan tersebut. Setelah itu, Raja Charles juga bertemu dengan Walikota New York City, Zohran Mamdani, serta gubernur New York dan New Jersey guna mempererat hubungan diplomatik di tingkat lokal.

Diplomasi di Tengah Ketegangan Perang Iran

Kunjungan kerajaan ini berlangsung saat hubungan Washington dan London sedang mengalami fase sulit. Presiden Donald Trump baru-baru ini melayangkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Kritik tersebut muncul karena Inggris menolak bergabung dengan AS dan Israel dalam operasi militer melawan Iran.

Meskipun demikian, Raja Charles tetap menekankan pentingnya ikatan militer dan budaya historis antara kedua negara. Dalam pidatonya di hadapan Kongres sebelumnya, ia menyebut bahwa Inggris dan AS selalu menjawab panggilan tugas bersama-sama. Namun, Istana Buckingham tetap menegaskan bahwa Raja mendukung posisi pemerintahnya dalam upaya pencegahan proliferasi nuklir melalui jalur diplomasi.

Filantropi di Harlem dan Sastra di Perpustakaan

Setelah agenda peringatan, Raja Charles beralih ke minat lamanya dalam bidang keberlanjutan. Ia mengunjungi kelompok komunitas di Harlem yang menciptakan inisiatif pertanian perkotaan untuk melawan kerawanan pangan. Secara mengejutkan, sang Raja tampak antusias memberi makan ayam dan berinteraksi langsung dengan anak-anak setempat.

Baca Juga :  Tragedi di Balik Kandang Sempit: Kisah Penyelamatan Moon Bear

“Apakah kalian suka telur?” tanya Charles sambil tersenyum saat membungkuk mendengarkan jawaban anak-anak. Sementara itu, Ratu Camilla menghadiri acara di Perpustakaan Umum New York untuk merayakan ulang tahun ke-100 karakter fiksi Winnie-the-Pooh. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan amalnya, The Queen’s Reading Room, yang bertujuan mempromosikan kecintaan membaca.

Merayakan 250 Tahun Kemerdekaan

Kunjungan empat hari ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-250 deklarasi kemerdekaan Amerika dari pemerintahan Inggris. Singkatnya, meskipun terdapat perselisihan politik di tingkat pemerintahan, kehadiran keluarga kerajaan menunjukkan bahwa hubungan masyarakat kedua negara tetap sangat mendalam.

Dengan demikian, misi Raja Charles III di New York membuktikan bahwa diplomasi kemanusiaan dapat melampaui retorika politik. Masyarakat internasional kini melihat bagaimana Inggris terus menyeimbangkan perannya sebagai sekutu setia AS sekaligus penjaga prinsip perdamaian di panggung global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB