NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Raja Charles III dan Ratu Camilla memperingati para korban serangan al-Qaeda di World Trade Center dalam kunjungan yang penuh makna di bawah Manhattan. Pasangan kerajaan ini meletakkan karangan bunga di lokasi di mana menara kembar setinggi 110 lantai pernah berdiri tegak sebelum tragedi 25 tahun silam.
Mantan Wali Kota New York City, Michael Bloomberg, mendampingi sang Raja dan Ratu menuju salah satu kolam refleksi. Kolam tersebut merupakan jejak fisik dari menara yang hancur dalam serangan tersebut. Oleh karena itu, momen ini menjadi pengingat kuat akan pengorbanan ribuan nyawa dalam peristiwa yang mengubah dunia tersebut.
Pesan Solidaritas di Atas Perunggu
Raja Charles meletakkan buket bunga lila putih, bakung, dan peony di atas tembok perunggu yang mengelilingi kolam. Di tembok tersebut, nama-nama para korban terukir sebagai penghormatan abadi. Selain itu, sebuah catatan tulisan tangan sang Raja menyertai karangan bunga tersebut.
“Kami menghormati kenangan semua orang yang kehilangan nyawa secara tragis pada 11 September 2001, dan berdiri dalam solidaritas abadi dengan rakyat Amerika,” tulis pesan tersebut. Setelah itu, Raja Charles juga bertemu dengan Walikota New York City, Zohran Mamdani, serta gubernur New York dan New Jersey guna mempererat hubungan diplomatik di tingkat lokal.
Diplomasi di Tengah Ketegangan Perang Iran
Kunjungan kerajaan ini berlangsung saat hubungan Washington dan London sedang mengalami fase sulit. Presiden Donald Trump baru-baru ini melayangkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Kritik tersebut muncul karena Inggris menolak bergabung dengan AS dan Israel dalam operasi militer melawan Iran.
Meskipun demikian, Raja Charles tetap menekankan pentingnya ikatan militer dan budaya historis antara kedua negara. Dalam pidatonya di hadapan Kongres sebelumnya, ia menyebut bahwa Inggris dan AS selalu menjawab panggilan tugas bersama-sama. Namun, Istana Buckingham tetap menegaskan bahwa Raja mendukung posisi pemerintahnya dalam upaya pencegahan proliferasi nuklir melalui jalur diplomasi.
Filantropi di Harlem dan Sastra di Perpustakaan
Setelah agenda peringatan, Raja Charles beralih ke minat lamanya dalam bidang keberlanjutan. Ia mengunjungi kelompok komunitas di Harlem yang menciptakan inisiatif pertanian perkotaan untuk melawan kerawanan pangan. Secara mengejutkan, sang Raja tampak antusias memberi makan ayam dan berinteraksi langsung dengan anak-anak setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apakah kalian suka telur?” tanya Charles sambil tersenyum saat membungkuk mendengarkan jawaban anak-anak. Sementara itu, Ratu Camilla menghadiri acara di Perpustakaan Umum New York untuk merayakan ulang tahun ke-100 karakter fiksi Winnie-the-Pooh. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan amalnya, The Queen’s Reading Room, yang bertujuan mempromosikan kecintaan membaca.
Merayakan 250 Tahun Kemerdekaan
Kunjungan empat hari ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-250 deklarasi kemerdekaan Amerika dari pemerintahan Inggris. Singkatnya, meskipun terdapat perselisihan politik di tingkat pemerintahan, kehadiran keluarga kerajaan menunjukkan bahwa hubungan masyarakat kedua negara tetap sangat mendalam.
Dengan demikian, misi Raja Charles III di New York membuktikan bahwa diplomasi kemanusiaan dapat melampaui retorika politik. Masyarakat internasional kini melihat bagaimana Inggris terus menyeimbangkan perannya sebagai sekutu setia AS sekaligus penjaga prinsip perdamaian di panggung global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















