BANDUNG POSNEWS.CO.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026) berujung ricuh.
Setelah sempat berlangsung damai pada siang hari, situasi memanas menjelang malam ketika sekelompok massa berpakaian serbahitam diduga memicu aksi anarkis di kawasan Simpang Tamansari-Dago.
Kericuhan pecah di kawasan Jalan Cikapayang, Dago, Kota Bandung, saat massa mulai memblokade jalan, merusak fasilitas umum, hingga membakar sejumlah benda di tengah jalan.
Sejumlah fasilitas publik menjadi sasaran amuk massa. Berdasarkan laporan di lokasi, demonstran merusak videotron, membakar pos polisi, serta membakar water barrier yang berada di tengah jalan hingga memicu kepulan asap tebal.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di sekitar kawasan Dago sempat lumpuh total. Pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari titik kericuhan.
Aksi Mahasiswa Awalnya Berjalan Damai
Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dari berbagai kampus di depan Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung tertib dan damai.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu tuntutan utama yakni mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang dinilai lebih berpihak pada buruh.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti isu kenaikan upah layak, jaminan sosial pekerja, perlindungan tenaga kerja informal, hingga penolakan kebijakan yang dianggap merugikan buruh.
Namun, situasi berubah drastis saat malam tiba ketika kelompok massa berbeda mulai berdatangan dan memicu kerusuhan.
Polisi Siaga, Situasi Masih Mencekam
Hingga Jumat malam, aparat kepolisian masih bersiaga di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah kerusuhan meluas ke titik lain di Kota Bandung.
Petugas juga terus berupaya membubarkan massa yang masih bertahan di sekitar lokasi kerusuhan.
Belum ada laporan resmi terkait jumlah korban luka maupun orang yang diamankan akibat kericuhan tersebut.
Polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku perusakan fasilitas umum.
Warga diimbau menghindari kawasan Dago dan sekitar Gedung DPRD Jawa Barat hingga situasi benar-benar kondusif. (red)
Editor : Hadwan















