Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Australia dan Korea Selatan resmi mempererat aliansi energi mereka. Langkah ini merupakan respons terhadap ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mendesak penguatan kerja sama keamanan energi. Hal ini bertujuan untuk melindungi kawasan Asia-Pasifik dari dampak krisis yang tidak proporsional.

Wong mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di Seoul pada hari Kamis. Ia bertemu dengan timbalannya, Cho Hyun, serta Menteri Industri Kim Jung-kwan. Diskusi tersebut fokus mencari solusi bersama terhadap gangguan pasokan global. Masalah ini muncul sebagai akibat dari lumpuhnya Selat Hormuz.

Saling Ketergantungan: LNG Australia dan Diesel Korea

Menteri Wong menekankan pentingnya hubungan energi antara Canberra dan Seoul. Menurutnya, hubungan tersebut bersifat saling menguntungkan dan krusial bagi stabilitas kawasan. Saat ini, Australia merupakan pemasok gas alam cair (LNG) terbesar bagi Korea Selatan. Selain itu, Australia juga menjadi penyedia utama mineral kritis dan kondensat.

“Cara terbaik untuk mengelola krisis ini adalah dengan memastikan kerja sama kita,” ujar Wong kepada wartawan di Seoul. Ia ingin kedua negara saling menyediakan pasokan energi yang andal. Sebaliknya, Korea Selatan memegang peran vital sebagai pemasok utama produk minyak olahan. Produk seperti diesel dan bahan bakar jet sangat mendukung industri transportasi Australia.

Baca Juga :  Operasi Lilin Nataru 2025–2026 Berakhir, Polri Lanjutkan KRYD Antisipasi Arus Balik

Komitmen Transparansi di Tengah Krisis

Kedua belah pihak merilis pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut berakhir. Mereka menyerukan kerja sama yang lebih kuat guna menjamin stabilitas pasokan bahan bakar cair. Selain itu, mereka sepakat untuk saling memberi tahu potensi gangguan pasokan baru. Konsultasi akan segera dilakukan secepat mungkin jika muncul kendala di masa depan.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Australia dan Korea Selatan menanggapi krisis global dengan sangat serius. “Dokumen ini membuktikan bahwa kita akan bekerja sama secara erat,” tegas Wong. Ia yakin kolaborasi ini mampu menavigasi gangguan global. Oleh karena itu, kedua negara menegaskan kembali komitmen pada pasar terbuka dan perdagangan berbasis aturan.

Konteks Krisis: Kelumpuhan Selat Hormuz

Gejolak di Timur Tengah bermula dari serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut kini telah berkembang menjadi perang yang jauh lebih luas. Dampak paling nyata adalah penutupan efektif Selat Hormuz. Padahal, selat ini merupakan jalur pengiriman energi paling penting di dunia.

Baca Juga :  Buruh Siapkan Aksi di DPR 30 September 2025, KSPSI Imbau Tidak Terprovokasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut telah mengacaukan rantai pasok global secara masif. Selain itu, pasar keuangan internasional juga terus terguncang. Bagi negara-negara di Asia-Pasifik, kolaborasi strategis ini menjadi benteng pertahanan utama. Mereka sangat bergantung pada impor energi untuk mencegah keruntuhan ekonomi domestik pada tahun 2026 yang penuh gejolak.

Memperkuat Benteng Ekonomi Regional

Kesepakatan di Seoul ini memberikan sinyal positif bagi pasar energi regional. Dengan menjamin aliran sumber daya yang saling melengkapi, Australia dan Korea Selatan berupaya menciptakan stabilitas. Upaya ini sangat penting di tengah badai geopolitik yang sedang terjadi.

Masyarakat internasional kini memantau apakah negara-negara lain di kawasan akan mengambil langkah serupa. Kerja sama semacam itu penting untuk membangun ketahanan energi kolektif. Di bawah bayang-bayang krisis Selat Hormuz, kemandirian dan kemitraan strategis menjadi kunci utama. Hal ini sangat menentukan kelangsungan ekonomi di Belahan Bumi Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Berita Terbaru

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB