BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Polda Jawa Barat menetapkan enam pelajar sebagai tersangka dalam kericuhan aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Polisi mengungkap para pelaku diduga terlibat dalam aksi anarkis yang merusak fasilitas umum hingga memicu keresahan warga.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan polisi awalnya mengamankan tujuh orang terduga pelaku usai kericuhan pecah pada Jumat (1/5/2026) malam.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan intensif, penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka.
“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, enam orang yang berstatus pelajar yakni MRN, MRA, RS, MFNA, FAP, dan HIS ditetapkan sebagai tersangka,” kata Hendra, Sabtu (2/5/2026).
Polisi Sita Bom Molotov hingga Bendera
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berbahaya dari tangan para tersangka.
Barang bukti tersebut meliputi:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Dua bom molotov
- Bensin
- Botol kaca
- Atribut kelompok tertentu
- Bendera bertuliskan “Punk Football Hate Cops”
- Stiker bertuliskan “Jaringan Konspirasi Sel-Sel Api”
Menurut Hendra, penyidik telah mengidentifikasi peran masing-masing tersangka dalam kericuhan tersebut.
“Peran mereka sudah kami identifikasi. Ada yang menyiapkan bom molotov, melakukan pelemparan, hingga menjadi provokator aksi,” ujarnya.
Fasilitas Umum Rusak Parah
Aksi anarkis tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas umum di Kota Bandung mengalami kerusakan cukup serius.
Kerusakan dilaporkan terjadi di kawasan Tamansari hingga Dago, termasuk lampu lalu lintas, pembatas jalan, serta fasilitas publik lainnya yang dirusak massa.
Selain itu, aksi pembakaran juga sempat memicu kepanikan warga dan kemacetan panjang di sekitar lokasi.
Polda Jabar memastikan penyelidikan belum berhenti. Polisi kini memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam kericuhan tersebut.
Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jabar saat ini menganalisis rekaman CCTV serta mengekstraksi data dari ponsel milik para tersangka untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Saat ini tim masih melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lain melalui analisa CCTV dan ekstraksi data dari ponsel para pelaku,” tegas Hendra.
Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi liar terkait kericuhan May Day Bandung. (red)
Editor : Hadwan


















