Jepang Tembakkan Rudal Anti-Kapal dalam Latihan Perdana di Filipina

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk kekuatan di Pasifik. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menembakkan rudal Tipe 88 ke sasaran kapal di lepas pantai Filipina, menandai era baru kerja sama militer agresif antara Tokyo dan Manila guna menjaga kebebasan navigasi. Dok: REUTERS/Noel Celis.

Unjuk kekuatan di Pasifik. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menembakkan rudal Tipe 88 ke sasaran kapal di lepas pantai Filipina, menandai era baru kerja sama militer agresif antara Tokyo dan Manila guna menjaga kebebasan navigasi. Dok: REUTERS/Noel Celis.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi militer di kawasan Asia-Pasifik memasuki babak baru yang lebih intens. Pasukan Bela Diri Jepang secara resmi meluncurkan rudal anti-kapal Tipe 88 dalam latihan maritim gabungan bersama pasukan Amerika Serikat, Australia, dan Filipina pada hari Rabu.

Rudal tersebut menghantam sebuah kapal Angkatan Laut Filipina yang telah purnatugas di perairan yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. Momentum ini terjadi saat Manila dan Tokyo mempererat aliansi pertahanan mereka guna mengimbangi pengaruh China yang semakin asertif di wilayah tersebut pada tahun 2026.

Keberhasilan Serangan Rudal Tipe 88

Militer Filipina melaporkan bahwa dua gelombang rudal Tipe 88 meluncur dengan presisi tinggi. Senjata tersebut berhasil menghantam BRP Quezon hanya dalam waktu enam menit setelah peluncuran. Lokasi penembakan berada sekitar 75 kilometer di lepas pantai Paoay, Filipina utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyaksikan langsung proses penembakan tersebut bersama Sekretaris Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro. Sementara itu, Presiden Ferdinand Marcos Jr. memantau seluruh jalannya latihan melalui siaran video langsung dari markas besar militer di Manila. “Latihan ini memamerkan koordinasi operasi serangan maritim yang tangguh di antara kekuatan sekutu,” tulis kantor kepresidenan dalam pernyataan resminya.

Baca Juga :  Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, TNI-Polri Gempur Balik KKB di Kiwirok

Rencana Transfer Kapal Perusak dan Pesawat Jepang

Di sela-sela latihan, Menhan Shinjiro Koizumi mengungkapkan rencana strategis untuk memperkuat armada Filipina. Kedua negara sedang mendiskusikan kemungkinan transfer awal kapal perusak kelas Abukuma dan pesawat TC-90 ke Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

Langkah ini menjadi mungkin setelah pemerintah Jepang memutuskan untuk menghapus pembatasan ekspor peralatan militer tahun lalu. Oleh karena itu, Filipina menyambut baik dukungan teknologi ini sebagai bagian dari upaya modernisasi pertahanan pesisir mereka. Teodoro menyatakan rasa bangganya atas keberhasilan latihan perdana ini dan yakin skala kerja sama akan semakin besar dengan melibatkan lebih banyak mitra internasional di masa depan.

Ekspansi Latihan Balikatan dan Ketegangan Taiwan

Latihan tahunan “Balikatan” (Bahu-membahu) tahun 2026 ini mencatatkan partisipasi terbesar dengan lebih dari 17.000 tentara. Jepang, bersama Kanada, Prancis, dan Selandia Baru, bergabung sebagai peserta aktif untuk pertama kalinya. Hal ini membuktikan jaringan kemitraan keamanan Manila yang kian meluas.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Hari Ini 8 Agustus 2025: BMKG Prakirakan Hujan Guyur Wilayah Jakarta pada Malam Hari

Selain itu, pasukan Filipina dan Amerika Serikat juga mengerahkan sistem rudal anti-kapal NMESIS di provinsi Batanes yang berlokasi sangat dekat dengan Taiwan. Penempatan ini berlangsung di tengah memanasnya suhu politik di selat tersebut, di mana China terus mengeklaim pulau demokratis itu sebagai bagian dari kedaulatannya.

Reaksi Keras Beijing: Tuduhan “Militerisme” Jepang

China segera melayangkan kritik tajam terhadap aktivitas militer tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menuduh Jepang sengaja mengirimkan pasukan ke luar negeri untuk meluncurkan rudal ofensif.

Beijing menganggap latihan gabungan ini sebagai tindakan provokatif yang merusak stabilitas regional. Lin Jian menilai Jepang menggunakan kedok “kerja sama keamanan” untuk membangkitkan kembali kekuatan militeristiknya di panggung internasional. Singkatnya, persaingan pengaruh di Laut China Selatan kini melibatkan lebih banyak aktor global, yang membuat jalur nadi perdagangan dunia tersebut semakin rawan konflik terbuka di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Ilustrasi, Langit berawan di kawasan Jakarta pada siang hari. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Jakarta Selatan Terpanas

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:06 WIB

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB