Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oksigen bagi industri Seoul. Korea Selatan sukses mengamankan pengiriman minyak keempat melalui rute alternatif Laut Merah guna menjamin kedaulatan energi di tengah lumpuhnya jalur Selat Hormuz akibat konflik Iran. Dok: Istimewa.

Oksigen bagi industri Seoul. Korea Selatan sukses mengamankan pengiriman minyak keempat melalui rute alternatif Laut Merah guna menjamin kedaulatan energi di tengah lumpuhnya jalur Selat Hormuz akibat konflik Iran. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Korea Selatan mencatatkan kemajuan signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Otoritas kelautan mengonfirmasi sebuah kapal pengangkut minyak berhasil melewati Laut Merah. Saat ini, kapal milik negara tersebut sedang berlayar menuju tanah air.

Keberhasilan ini merupakan pengiriman minyak keempat yang menggunakan jalur alternatif sejak pecahnya konflik di Timur Tengah. Langkah tersebut sangat krusial. Seoul harus berpacu dengan waktu guna mendatangkan bahan bakar di tengah blokade Selat Hormuz yang kian mencekik.

Rute Laut Merah: Solusi Menghindari Selat Hormuz

Kementerian Kelautan dan Perikanan Korsel menyatakan bahwa kapal tersebut baru saja menyelesaikan proses pemuatan minyak. Mereka mengambil muatan dari Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi. Armada ini melintasi perairan Laut Merah pada Jumat pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Oleh karena itu, pemerintah menjadikan jalur penghubung Samudra Hindia ke Mediterania melalui Terusan Suez ini sebagai pilihan utama. Pemerintah menerapkan strategi ini murni untuk menghindari risiko penyitaan atau gangguan militer di Selat Hormuz. Publik mengetahui bahwa Iran telah menutup jalur nadi energi dunia tersebut. Penutupan berlangsung lebih dari sebulan sebagai bagian dari strategi perang mereka di tahun 2026.

Baca Juga :  Indonesia Fatherless Country: Ketika Ayah Ada Fisiknya, Tapi Hilang Jiwanya

Stabilitas Pasokan: Kedatangan 2 Juta Barel di Yeosu

Upaya diversifikasi ini mulai menunjukkan hasil nyata bagi ekonomi domestik. Kapal tanker pertama yang menggunakan rute alternatif ini telah bersandar di Yeosu pada hari Kamis. Kota di wilayah barat daya Korea Selatan tersebut menyambut kedatangan kargo minyak mentah raksasa.

Berdasarkan laporan sumber internal, kapal perdana tersebut membawa kargo sebesar 2 juta barel minyak mentah. Catatan menunjukkan kapal itu telah meninggalkan wilayah Laut Merah sejak bulan lalu. Selain itu, laporan menunjukkan dua kapal pengangkut minyak lainnya juga sukses melintasi titik kritis Laut Merah. Keduanya tidak mengalami hambatan keamanan pada awal pekan ini.

Komitmen Keamanan dan Keselamatan Kru

Pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian ekstra terhadap aspek keamanan selama pelayaran berlangsung. Dalam hal ini, kementerian memilih untuk merahasiakan rincian pergerakan posisi kapal secara spesifik. Langkah ini bertujuan melindungi awak kapal dari potensi ancaman di perairan internasional.

Baca Juga :  Masa Depan CNN di Ujung Tanduk, Mainan Politik Trump atau Anak Tiri Netflix?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan terus berupaya menstabilkan pengiriman minyak ke dalam negeri,” tulis pernyataan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Otoritas juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah proaktif. Mereka ingin memastikan keselamatan seluruh kapal dan kru Korea yang menavigasi wilayah berisiko tinggi tersebut.

Menjaga Rantai Pasok Energi 2026

Keberhasilan transmisi kargo keempat ini memberikan sentimen positif bagi pasar energi di Asia Timur. Singkatnya, kelincahan Seoul dalam memanfaatkan Pelabuhan Yanbu dan rute Laut Merah membuktikan ketahanan sistem logistik nasional. Mereka mampu menghadapi guncangan geopolitik dengan sangat baik.

Dengan demikian, masyarakat industri kini memiliki kepastian lebih tinggi mengenai ketersediaan bahan baku manufaktur di paruh kedua tahun 2026. Dunia kini memantau apakah keberhasilan Korea Selatan ini akan menginspirasi negara pengimpor minyak lainnya. Langkah serupa dapat melemahkan dampak blokade maritim di Teluk Persia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan
Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan
Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 10 Remaja Ditangkap Bawa Sajam
Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump
WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim
Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi
Premier Li Qiang Tegaskan Garis Merah Taiwan kepada Senat AS

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:55 WIB

TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:06 WIB

Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:01 WIB

Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:40 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:19 WIB

Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 10 Remaja Ditangkap Bawa Sajam

Berita Terbaru

Oksigen bagi industri Seoul. Korea Selatan sukses mengamankan pengiriman minyak keempat melalui rute alternatif Laut Merah guna menjamin kedaulatan energi di tengah lumpuhnya jalur Selat Hormuz akibat konflik Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:01 WIB