Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Aktivis Buruh yang Tewas Tragis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, untuk mengenang perjuangan aktivis buruh perempuan Marsinah. (Posnews/Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, untuk mengenang perjuangan aktivis buruh perempuan Marsinah. (Posnews/Sekretariat Presiden)

NGANJUK, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian itu menjadi simbol penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah, aktivis buruh perempuan yang tewas tragis pada era Orde Baru setelah memperjuangkan hak pekerja.

Prabowo meresmikan museum tersebut dengan didampingi keluarga Marsinah serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pagi hari ini saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk,” kata Prabowo saat peresmian.

Setelah peresmian, Prabowo menandatangani prasasti sebagai penanda museum resmi dibuka untuk publik.

Museum Jadi Pengingat Perjuangan Buruh

Prabowo menegaskan museum tersebut dibangun untuk menjaga ingatan publik terhadap perjuangan kaum buruh di Indonesia. Menurutnya, museum yang secara khusus didedikasikan untuk aktivis buruh merupakan peristiwa langka.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026: Waspada Hujan dan Petir

“Ini momentum penting untuk mengenang perjuangan buruh Indonesia,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian museum ini juga menjadi kelanjutan setelah pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah pada 11 November 2025.

Marsinah, Simbol Perlawanan Buruh

Marsinah lahir di Desa Nglundo, Nganjuk pada 10 April 1969. Ia dikenal sebagai buruh pabrik yang vokal memperjuangkan kenaikan upah pekerja di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo.

Pada 1993, Marsinah aktif mengawal aksi mogok buruh yang menuntut kenaikan gaji sesuai instruksi pemerintah Jawa Timur. Namun, perjuangan itu berujung tragis.

Marsinah dilaporkan hilang pada 5 Mei 1993 setelah mencari rekan-rekannya yang diamankan aparat.

Empat hari kemudian, jasadnya ditemukan di wilayah Nganjuk dalam kondisi mengenaskan.

Baca Juga :  Detik-detik Gempa Dahsyat di Bitung, Manado Ikut Diguncang, Warga Panik Berlarian

Hasil autopsi saat itu mengungkap Marsinah mengalami penganiayaan berat sebelum tewas.

Kasus pembunuhannya memicu kemarahan publik dan menjadi salah satu pelanggaran HAM paling disorot pada era Orde Baru.

Kasus Pembunuhan Marsinah Masih Jadi Misteri

Hingga kini, dalang pembunuhan Marsinah belum sepenuhnya terungkap. Kasus tersebut masih menjadi luka sejarah bagi gerakan buruh dan pegiat HAM di Indonesia.

Meski begitu, nama Marsinah terus dikenang sebagai simbol keberanian melawan ketidakadilan.

Kisah hidupnya diangkat dalam berbagai buku, karya seni, hingga diskusi perjuangan buruh setiap peringatan Hari Buruh Internasional.

Dengan hadirnya Museum Marsinah di Nganjuk, pemerintah berharap generasi muda memahami sejarah perjuangan buruh sekaligus menghargai hak-hak pekerja di Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bagaimana Bahasa Sederhana Menyelamatkan Nyawa dan Bisnis
Mengapa Kita Perlu Desain yang Tahan Lama Secara Emosional
Selandia Baru Sukses Uji Coba Biodiesel Alga Pertama di Dunia
Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia
Peternak Balaraja Bangga, Sapi 1,15 Ton Jadi Kurban Presiden Iduladha 2026
Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global
Tulip: Kisah Gelembung Ekonomi Pertama Dunia
Menakar Sisa Tetes Minyak Bumi: Debat Peak Oil dan Masa Depan Energi Global

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:12 WIB

Bagaimana Bahasa Sederhana Menyelamatkan Nyawa dan Bisnis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:13 WIB

Mengapa Kita Perlu Desain yang Tahan Lama Secara Emosional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:25 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Aktivis Buruh yang Tewas Tragis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:15 WIB

Selandia Baru Sukses Uji Coba Biodiesel Alga Pertama di Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB

Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Melawan kerumitan bahasa. Berawal dari penghancuran formulir pemerintah di London, gerakan bahasa sederhana kini menjadi pilar penting bagi transparansi publik dan efisiensi korporasi di seluruh dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bagaimana Bahasa Sederhana Menyelamatkan Nyawa dan Bisnis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:12 WIB

Ilustrasi, Lebih dari sekadar fungsi. Para desainer berkelanjutan kini fokus menciptakan benda yang memiliki ikatan emosional dengan pemiliknya guna menghentikan siklus pemborosan sumber daya dan tumpukan sampah global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Kita Perlu Desain yang Tahan Lama Secara Emosional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:13 WIB

Gambar Illustrasi : Gemini Google

INTERNASIONAL

Selandia Baru Sukses Uji Coba Biodiesel Alga Pertama di Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:15 WIB

Ilustrasi, Menyalakan percikan ide. Para ilmuwan dan psikolog mulai mengurai misteri kreativitas, membuktikan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru melibatkan fleksibilitas mental dan pengaturan gelombang otak yang kompleks. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB