LONDON, POSNEWS.CO.ID – Sebuah revolusi komunikasi bermula bukan dari meja perundingan, melainkan dari aksi simbolis di Parliament Square, London, pada tahun 1979. Sekelompok aktivis menghancurkan tumpukan formulir dewan kota dan pemerintah yang mereka anggap “mengerikan” karena bahasanya yang mustahil untuk dipahami.
Gerakan ini lahir dari rasa frustrasi warga di pusat saran Salford, Greater Manchester. Mereka kerap mengeluh tentang surat-surat resmi yang membingungkan. Tom Standage, pengamat komunikasi, mencatat bahwa aksi tersebut berhasil menangkap imajinasi publik dan meninggalkan kesan mendalam bagi dunia bisnis serta pemerintahan.
Ancaman di Balik Istilah Medis yang Rumit
Sektor medis dan produk mandiri (do-it-yourself) menjadi perhatian utama dalam kampanye ini. Sering kali terdapat kesenjangan besar antara apa yang profesional anggap jelas dan apa yang sebenarnya dipahami oleh pasien.
Survei menunjukkan fakta yang mengejutkan: 31% pasien menyalahpahami instruksi tetes mata bertuliskan “To be instilled” (Untuk diteteskan), sementara 33% gagal memahami frasa “Use sparingly” (Gunakan secukupnya). Instruksi seperti “Minum dua tablet setiap 4 jam” bahkan berisiko dianggap sebagai meminum delapan tablet dalam satu jam. Oleh karena itu, para aktivis mendesak pelarangan instruksi yang ambigu karena kesalahan interpretasi bahasa medis dapat berujung pada kematian.
Evolusi di Amerika Serikat: Era Carter ke Reagan
Di belahan dunia lain, gerakan ini mendapatkan momentum melalui kebijakan politik. Presiden Jimmy Carter menandatangani Perintah Eksekutif 12044 pada Maret 1978. Aturan ini mewajibkan peraturan pemerintah ditulis dalam bahasa yang sederhana.
Namun, laju legislasi ini sempat melambat ketika Presiden Ronald Reagan mencabut perintah tersebut pada tahun 1981. Meski demikian, semangat perubahan telah merambah ke tingkat negara bagian. Sebanyak 34 negara bagian di AS kini memiliki undang-undang atau regulasi yang mewajibkan polis asuransi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh warga biasa.
Keuntungan Ekonomi dari Kejelasan Bahasa
Dunia usaha mulai menyadari bahwa bahasa sederhana merupakan taktik pemasaran yang sangat efektif. Provincial Insurance mencatat lonjakan bisnis tambahan sebesar £1,5 juta hanya dalam 18 bulan setelah meluncurkan polis dengan bahasa sederhana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para kritikus awalnya khawatir bahwa penyederhanaan bahasa akan memicu gelombang tuntutan hukum atau biaya kepatuhan yang mahal. Namun, pengalaman Citibank di New York justru membuktikan sebaliknya. Sejak menyederhanakan seluruh formulir mereka pada tahun 1975, Citibank mengaku tidak kehilangan uang dan tidak menghadapi litigasi akibat penyederhanaan tersebut. Pelanggan yang puas cenderung lebih cepat menandatangani kontrak dan berkontribusi langsung pada laba perusahaan.
Tantangan Literasi di Tahun 2026
Masa depan gerakan ini menghadapi tantangan baru di tengah ledakan pilihan konsumen. Saat ini, rata-rata supermarket menyediakan lebih dari 22.000 item produk dan ratusan penyedia layanan telepon. Di sisi lain, laporan terbaru menunjukkan sekitar 30 juta warga Amerika Serikat kekurangan keterampilan membaca untuk menangani tuntutan kehidupan sehari-hari yang minimal.
Singkatnya, perang melawan “gobbledygook” atau bahasa yang berbelit-belit belum berakhir. Di tahun 2026 ini, kejelasan informasi bukan lagi sekadar pilihan gaya bahasa, melainkan jaminan hak asasi manusia untuk memahami kontrak, hukum, dan petunjuk kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup mereka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












