JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. berencana membahas postur pertahanan baru Jepang serta perannya di sektor energi regional. Marcos menjadwalkan kunjungan kenegaraan ke Tokyo ini pada akhir bulan ini.
Saat berbicara kepada media Jepang di istana kepresidenan, ia menyebut dukungan Jepang sebagai babak baru hubungan bilateral. Kerja sama militer ini melampaui ranah ekonomi setelah kedua negara menandatangani kesepakatan pertukaran informasi dan kunjungan pasukan timbal balik.
Menghadapi Taktik “Zona Abu-Abu” China
Lebih lanjut, kedua negara menghadapi tantangan serupa di wilayah perairan sengketa. Marcos menilai Filipina dan Jepang mengalami kesulitan yang sama akibat tindakan koersif melalui taktik zona abu-abu (gray zone).
Taktik tersebut merujuk pada agresivitas China di Laut China Selatan dan sekitar Kepulauan Senkaku yang Jepang kendalikan. Meskipun begitu, Marcos tetap menekankan pentingnya merangkul Beijing guna menjaga perdamaian kawasan. Sebagai wujud nyata, menteri luar negeri kedua negara merencanakan pertemuan resmi dalam sebulan ke depan.
Kolaborasi Energi Jepang-ASEAN
Selain itu, Marcos ingin membahas kolaborasi Jepang dan ASEAN dalam merespons krisis energi global. Sebab, gejolak di Timur Tengah saat ini mengganggu rantai pasok minyak dunia secara drastis.
Filipina sendiri memegang peran penting sebagai ketua blok beranggotakan 11 negara tersebut tahun ini. Oleh karena itu, koordinasi ketahanan energi dengan Jepang menjadi sangat vital bagi keberlangsungan industri di Asia Tenggara.
Kesimpulan: 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Singkatnya, Marcos akan memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari ke Jepang mulai 26 Mei mendatang. Momentum bersejarah tersebut sekaligus menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Manila dan Tokyo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, pertemuan tingkat tinggi ini berpotensi besar merumuskan kerja sama strategis baru di Asia-Pasifik. Publik berharap aliansi ini mampu memberikan jaminan keamanan nyata di tengah ketidakpastian geopolitik tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












