Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai.
(Posnews/KemenHAM)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/KemenHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menyoroti maraknya pemberitaan negatif di media massa.

Pigai meminta insan pers tetap mengedepankan kritik objektif dan tidak terus-menerus membanjiri publik dengan konten bernada buruk.

Pernyataan itu disampaikan Pigai saat membuka acara Kelas Jurnalis HAM di The Green Forest, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagai penelitian menyebut hampir 80 persen isi media didominasi berita negatif,” kata Pigai.

Ia juga menilai lebih dari separuh pemberitaan media masih dipenuhi sudut pandang subjektif.

Baca Juga :  SUGBK Dijaga 2.373 Polisi, Indonesia vs Malaysia Digelar Malam Ini

Pentingnya Integritas Media

Pigai mengakui kondisi tersebut tidak lepas dari kepentingan pemilik media maupun korporasi besar yang memengaruhi arah pemberitaan.

Meski begitu, ia meminta jurnalis tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menyajikan informasi kepada publik.

“Tanpa media, tidak ada kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu integritas media sangat penting,” tegasnya.

Kritik Harus Objektif

Pigai menegaskan media tetap memiliki fungsi penting sebagai pengawas pemerintah dan penyampai kritik sosial.

Namun, ia meminta kritik disampaikan secara objektif dan konstruktif, bukan sekadar mengejar sensasi negatif demi menarik perhatian pembaca.

Baca Juga :  Dilema NATO: Otonomi Strategis Eropa vs Ketergantungan pada AS

“Silakan mengkritik, tetapi jangan semuanya dipenuhi konten negatif,” ujarnya.

Bad News Is Good News

Dalam pemaparannya, Pigai juga menyinggung teori psikologi terkait kecenderungan manusia lebih tertarik pada informasi negatif.

Ia menyebut dunia jurnalistik selama ini terlalu dipengaruhi prinsip bad news is good news atau berita buruk lebih cepat menarik perhatian publik.

“Kalau berita negatif, biasanya orang lebih cepat membaca,” katanya.

Karena itu, Pigai berharap jurnalis mampu menghadirkan pemberitaan yang lebih seimbang, kritis, sekaligus memberi solusi bagi masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu
Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?
Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB