Ribuan Buruh Hari Ini Gelar Demo di DPR RI, Polisi Siagakan 4.531 Personel

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

JAKARTA – Ribuan buruh diperkirakan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini, Kamis (28/8/2025). Untuk mengamankan jalannya aksi, aparat gabungan menyiagakan 4.531 personel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan, petugas yang diterjunkan terdiri dari 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel BKO yang melibatkan TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran.

Selain itu, polisi menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi secara situasional. “Jika massa cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, arus lalu lintas akan dialihkan. Namun, bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka pengalihan tidak dilakukan,” ujar Ade Ary.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem 29–30 November, BMKG: Puluhan Wilayah Masuk Level Waspada hingga Siaga

Ade menjelaskan, antisipasi juga diterapkan apabila massa masuk ke ruas Tol Dalam Kota. Polisi akan segera mengalihkan arus kendaraan agar pengguna jalan tidak terjebak di tengah kerumunan. “Jika terjadi kepadatan di tol, kami akan mengeluarkan kendaraan melalui exit tol depan Polda, exit Tegal Parang, dan exit Slipi dari arah barat. Langkah ini menjaga keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Selain itu, Ade mengimbau para buruh untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Ia juga mengingatkan agar massa aksi tidak memaksakan diri masuk ke ruas tol karena membahayakan keselamatan. Informasinya, demonstrasi juga akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga :  Kasus Bayi Ditelantarkan di Bekasi Selatan, Sejoli Ditangkap di Jakarta Barat dan Pusat

“Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai sesuai aturan, dan jangan ada tindakan anarkis yang merugikan,” kata Ade.

Aparat juga meminta maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan akibat rekayasa arus lalu lintas. “Langkah ini semata-mata untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran bersama,” tandasnya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen
Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital
Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:44 WIB

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB