Kronologi Honda Brio Dikejar dan Dirusak Massa di Grand Galaxy Park Bekasi

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Honda Brio merah mengalami kerusakan parah setelah diamuk massa di kawasan Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, diduga terkait insiden tabrak lari. (Posnews/Ist)

Mobil Honda Brio merah mengalami kerusakan parah setelah diamuk massa di kawasan Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, diduga terkait insiden tabrak lari. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Sebuah mobil Honda Brio merah menjadi sasaran amuk massa di kawasan Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (31/5/2026) malam.

Peristiwa yang diduga dipicu kasus tabrak lari itu terekam video dan viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, puluhan warga mengepung mobil bernomor polisi B-2014-TIC. Massa terlihat naik ke atas kendaraan, menginjak bodi mobil, hingga memecahkan kaca depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belakangan, mobil tersebut diduga terlibat insiden tabrak lari yang memicu kemarahan warga.

Diduga Panik Saat Diperiksa Petugas Keamanan

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB di area Grand Galaxy Park, Jalan Jakasetia, Bekasi Selatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil Honda Brio merah dikemudikan pria berinisial MI bersama seorang perempuan yang identitasnya masih dalam pendalaman.

Baca Juga :  Kapolda Metro Pimpin Sertijab Pejabat dan Kapolres, Ini Daftar Lengkapnya

Sebelum insiden terjadi, kendaraan tersebut terparkir di kawasan ruko. Namun saat petugas keamanan melakukan pemeriksaan, pengemudi diduga panik dan langsung meninggalkan lokasi.

“Saat melarikan diri, kendaraan sempat menabrak tiang kaca, kemudian keluar dari area ruko dan melaju ke arah Lagon,” kata Gefri, Selasa (2/6/2026).

Sempat Senggol Pengendara Motor

Dalam pelariannya, mobil Honda Brio diduga menyenggol seorang pengendara sepeda motor. Identitas pengendara tersebut hingga kini masih belum diketahui.

Akibat kejadian itu, pengendara motor bersama sejumlah warga yang melintas langsung melakukan pengejaran.

Mobil akhirnya berhenti di kawasan Lagon. Namun situasi berubah ricuh ketika massa yang telah berkumpul meluapkan emosi dengan merusak kendaraan.

“Mobil berhenti di sekitar Lagon dan kemudian dirusak secara massal oleh warga yang melintas,” ujar Gefri.

Baca Juga :  Arus Mudik 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah, One Way dan Contraflow Jadi Penyelamat

Pengemudi Jadi Korban Pengeroyokan

Selain merusak kendaraan, massa juga diduga menganiaya pengemudi Honda Brio. Beruntung, dua warga bernama Anton dan Gomes segera mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden senggolan kendaraan tersebut, pengemudi mengalami luka akibat aksi pengeroyokan.

“Pengemudi berhasil diselamatkan saksi Anton dan Gomes, kemudian langsung dibawa ke RS Hermina Galaxy untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kericuhan

Sementara itu, polisi telah mengamankan mobil Honda Brio ke Polsek Bekasi Selatan sebagai barang bukti.

Saat ini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tabrak lari dan aksi perusakan yang dilakukan massa.

“Kami telah melakukan olah TKP serta mengecek kondisi korban di RS Hermina Galaxy,” pungkas Gefri. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Mulai Dibangun, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Rampung 10 Bulan
Langit Cerah Menyapa Jabodetabek, Suhu Panas Capai 34°C Hari Ini
Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya
Pakai Visa Kunjungan tapi Jadi Buruh Bangunan, 10 WNA China Dideportasi
Kedok Warung Kopi Terbongkar, Polisi Sita 2.708 Obat Keras di Kalideres
Empat Demo Digelar di Jakarta Pusat, 687 Polisi Disiagakan
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Suhu Panas Tembus 34 Derajat Celsius
Anak Punk Pesta Miras di Cikarang, Cekcok Berujung FA Tewas Ditusuk 7 Kali

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:13 WIB

Langit Cerah Menyapa Jabodetabek, Suhu Panas Capai 34°C Hari Ini

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WIB

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:39 WIB

Pakai Visa Kunjungan tapi Jadi Buruh Bangunan, 10 WNA China Dideportasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kedok Warung Kopi Terbongkar, Polisi Sita 2.708 Obat Keras di Kalideres

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:03 WIB

Empat Demo Digelar di Jakarta Pusat, 687 Polisi Disiagakan

Berita Terbaru

Ancaman ganda jalur energi global. Kelompok Houthi menyerang dua tanker minyak Saudi dan memblokir Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:27 WIB

Peluang dan tantangan industri sawit. MPOC memproyeksikan harga CPO Agustus bertahan stabil berkat mandat B50 Indonesia serta dinamika pasar energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:19 WIB

Langkah hukum selamatkan posisi presiden. Pengadilan Tinggi Afrika Selatan membekukan sementara proses pemakzulan Presiden Cyril Ramaphosa terkait skandal uang di sofa peternakan Phala Phala. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:21 WIB

Krisis pasokan pangan dunia. Raksasa pelayaran Maersk dan Hapag-Lloyd menghentikan operasional ke pelabuhan Ukraina akibat gempuran rudal Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:11 WIB

Manuver diplomasi ekonomi Pakistan. Islamabad mengajukan fasilitas dana stabilitas 10 miliar dolar AS kepada Washington di tengah keraguan para ekonom. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Sabtu, 25 Jul 2026 - 07:32 WIB