Sekjen DPD RI Minta 221 PNS Baru DPD RI Tinggalkan Ego Sektoral

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal. (Posnews/DPD RI)

Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal. (Posnews/DPD RI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, meminta 221 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru dilantik menjadikan integritas, profesionalisme, dan kolaborasi sebagai pegangan utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Iqbal menyampaikan pesan tersebut saat memimpin Upacara Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji PNS di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, Selasa (2/6/2026).

Ia menegaskan para pegawai yang beralih status dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS harus meningkatkan kualitas kerja, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahan status kepegawaian ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja yang juga harus 100 persen,” kata Iqbal.

Integritas Jadi Fondasi Utama

Iqbal menegaskan DPD RI membutuhkan ASN yang memiliki kompetensi, karakter kuat, dan etika kerja yang baik.

Menurut dia, integritas menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Karena itu, ia meminta seluruh ASN menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan institusi.

Baca Juga :  IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi

“DPD RI membutuhkan orang-orang dengan moralitas tinggi. Integritas adalah harga mati. Hindari segala bentuk kecurangan yang merugikan lembaga dan jadilah teladan dalam kedisiplinan serta kejujuran,” tegasnya.

Ia mengingatkan setiap tindakan ASN akan memengaruhi citra dan reputasi DPD RI di mata publik.

ASN Harus Tinggalkan Ego Sektoral

Selain menekankan integritas, Iqbal juga mengajak para ASN membangun budaya kerja kolaboratif di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

Ia meminta para pegawai baru mengutamakan kerja sama dan mengesampingkan ego sektoral demi meningkatkan efektivitas organisasi.

“Lembaga besar tidak dibangun oleh kerja individu. Bangun kolaborasi yang solid antarsatuan kerja dan tinggalkan budaya silo mentality yang menganggap unitnya paling penting,” ujarnya.

Menurut Iqbal, ASN harus memperkuat komunikasi dan sinergi untuk menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

Manfaatkan Teknologi dan Dorong Inovasi

Iqbal juga mendorong seluruh ASN untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Baca Juga :  Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?

Menurutnya, ASN harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan.

“Jangan menjadi pegawai yang anti perubahan. Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan berani menghadirkan inovasi yang membuat kerja lembaga lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Perkuat Reformasi Birokrasi

Iqbal menilai pelantikan 221 PNS menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan program reformasi birokrasi nasional yang mendorong profesionalisme ASN, digitalisasi layanan, dan penguatan tata kelola pemerintahan.

Ia berharap para ASN baru dapat mendukung DPD RI menjalankan fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan secara lebih optimal demi memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.

“Semua hal besar berawal dari langkah kecil. Karena itu, awali setiap tugas dengan niat baik dan tunjukkan kinerja terbaik dalam setiap pekerjaan,” pungkas Iqbal. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana
Rp250 Juta Diserahkan PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitan Muktamar NU

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pulsar meluncurkan mouse gaming wireless eS Xlite hasil kolaborasi bersama VAXEE. Simak spesifikasi sensor XS-2, polling rate 8K, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pulsar Dan VAXEE Meluncurkan Mouse Gaming Ergonomis

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:31 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai klaim kandungan gizi.

NASIONAL

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:38 WIB