JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons rencana aksi mahasiswa bertajuk Reformasi Jilid II yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan konstruktif.
Sigit menegaskan Polri menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ia meminta seluruh peserta aksi tetap mematuhi aturan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Terkait kegiatan masyarakat, kami mengimbau agar seluruh aspirasi disampaikan secara konstruktif,” kata Sigit kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Polri Kawal Aksi Tetap Kondusif
Sigit memastikan Polri akan mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat agar berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu kamtibmas.
“Kami akan menjaga agar seluruh kegiatan dan aspirasi masyarakat tetap berlangsung secara konstruktif dan terukur,” ujarnya.
Karena itu, Sigit mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog dan menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang.
TNI Nyatakan Siap Setiap Saat
Sebelumnya, Mabes TNI menyatakan kesiapan menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah munculnya isu aksi massa berskala besar.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan seluruh prajurit selalu berada dalam kondisi siaga dan siap menjalankan tugas kapan pun negara membutuhkan.
“Ada demo atau tidak ada demo, TNI selalu siap. Kalau dibutuhkan sekarang, kami siap,” kata Nas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, Nas menegaskan TNI belum mengambil langkah pengamanan khusus karena belum melihat kebutuhan pengerahan tambahan pasukan.
Isu Reformasi Jilid II Jadi Perhatian
Sejumlah kelompok mahasiswa dan aktivis memunculkan wacana aksi Reformasi Jilid II untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan nasional, mulai dari ekonomi, penegakan hukum, hingga kebijakan publik.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel turut menyoroti potensi gejolak sosial yang dapat muncul akibat tekanan ekonomi masyarakat.
Noel menilai pemerintah perlu mewaspadai dampak perlambatan ekonomi, fluktuasi nilai tukar rupiah, dan tekanan pasar yang berpotensi memicu ketidakpuasan publik.
Hingga kini, penyelenggara belum mengumumkan secara resmi waktu maupun lokasi aksi yang disebut mengusung tema Reformasi Jilid II.
Pemerintah, Polri, dan TNI sama-sama mengajak masyarakat menjaga stabilitas nasional serta menyampaikan aspirasi secara damai sesuai ketentuan hukum yang berlaku. **
Editor : Hadwan












