Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan terima kasih yang hangat kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Langkah taktis ini menyusul selesainya kunjungan kenegaraan bersejarah Xi ke Pyongyang selama dua hari kemarin.

Konsensus Penting dan Babak Sejarah Baru

Dalam pesan resmi tersebut, Xi menegaskan bahwa kedua negara telah mencapai berbagai konsensus penting yang bersifat strategis. Sebab, Tiongkok dan Korea Utara ingin menyelaraskan langkah untuk menjaga perdamaian regional serta global secara aktif.

Sementara itu, media resmi Korea Utara KCNA memublikasikan seluruh isi surat ucapan terima kasih tersebut pada hari Rabu. Xi menilai kunjungan singkatnya telah sukses memperdalam rasa saling percaya di antara kedua belah pihak. Dengan demikian, hubungan bilateral antara Beijing dan Pyongyang kini resmi memasuki babak sejarah baru yang lebih kokoh.

Kerja Sama Praktis di Berbagai Sektor

Tiongkok dan Korea Utara menyepakati perluasan kerja sama taktis secara menyeluruh di lapangan hulu. Sebagai contoh, kedua negara akan meningkatkan kolaborasi di sektor pertanian, teknologi, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur.

Kantor berita Tiongkok Xinhua menegaskan bahwa kerja sama praktis ini merupakan motor penggerak utama hubungan bilateral. Oleh sebab itu, kedua pemimpin berkomitmen untuk menjaga saluran komunikasi strategis secara intensif dan berkelanjutan.

Selain itu, Tiongkok mendesak pembukaan kembali seluruh pintu perbatasan darat demi kelancaran logistik pasca-pandemi. Akibatnya, kedua belah pihak juga harus segera memulihkan rute penerbangan sipil dan perjalanan kereta api penumpang internasional.

Baca Juga :  PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan

Penghormatan Militer dan Kunjungan Sekolah Politik

Sebelum kembali ke Beijing, kedua pemimpin negara juga melakukan serangkaian kegiatan simbolis yang penuh makna. Sebagai contoh, Xi dan Kim memberikan penghormatan khusus di Menara Persahabatan Tiongkok-Korea di Pyongyang. Sebab, monumen bersejarah tersebut mengenang jasa para tentara Tiongkok yang gugur selama masa Perang Korea.

Selanjutnya, mereka juga menyempatkan diri untuk meninjau sekolah pelatihan kader politik khusus milik partai berkuasa. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah penguatan aliansi ini mampu mengubah dinamika pertahanan global di kawasan Asia Timur.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru