JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkoba dengan modus unik di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Para pelaku menggunakan sistem “tempel” dan menjadikan stiker sedot WC sebagai penanda lokasi penyimpanan narkotika untuk mengelabui aparat.
Pengungkapan kasus ini bermula saat Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menerima informasi terkait rencana transaksi narkoba di wilayah Cipayung pada Minggu (7/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pemantauan.
Setelah mengidentifikasi target, petugas kemudian menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi lokasi penyimpanan narkotika.
“Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi, kami berhasil mengidentifikasi target yang berada di depan kontrakan,” kata Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ipda Gandi Rezeki Sinaga, Rabu (17/6/2026).
Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis dan Bibit Narkoba
Saat menggeledah lokasi, petugas menemukan berbagai jenis narkotika dan peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas serta mengedarkan barang haram tersebut.
Polisi menyita satu plastik klip berisi sabu seberat 102,45 gram, 17 sedotan berisi sabu, 15 gram tembakau sintetis, enam botol bibit sintetis, dua timbangan digital, dua telepon genggam, serta sejumlah plastik klip kosong.
“Dari tangan pelaku, polisi menyita satu plastik klip berisi sabu dengan berat total 102,45 gram, 17 sedotan berisi sabu, tembakau sintetis, enam botol bibit sintetis, dua timbangan digital, dua unit telepon genggam, serta plastik klip yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika,” ujar Gandi.
Stiker Sedot WC Jadi Kode Lokasi Tempel Narkoba
Dalam pemeriksaan awal, polisi mengungkap jaringan tersebut menggunakan modus sistem tempel untuk mengedarkan narkoba.
Pelaku tidak menyerahkan barang secara langsung kepada pembeli, melainkan menyimpan paket narkotika di titik tertentu yang telah diberi tanda khusus.
Pelaku menempelkan stiker bergambar sedot WC pada tiang listrik atau pohon di sepanjang jalan sebagai kode lokasi penyimpanan narkoba.
“Modus yang digunakan pelaku adalah memasang stiker sedot WC di tiang maupun pohon di sepanjang jalan kawasan Cipayung sebagai penanda lokasi tempel narkoba,” jelasnya.
Dengan metode tersebut, pelaku berupaya memutus kontak langsung antara penjual dan pembeli guna menghindari pengawasan aparat penegak hukum.
Polda Metro Jaya Kembangkan Jaringan
Saat ini, penyidik masih memeriksa tersangka secara intensif di Polda Metro Jaya.
Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan pemasok dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam sindikat peredaran narkoba tersebut.
Polda Metro Jaya akan terus memburu jaringan narkoba yang menggunakan berbagai modus peredaran di Jakarta dan sekitarnya. **
Editor : Hadwan












