AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian sementara aksi saling serang sepanjang kawasan Teluk Arab pekan ini. Sebab, kedua negara akan segera memulai perundingan darurat wilayah Qatar untuk meredakan ketegangan perang. Oleh karena itu, utusan khusus kedua pihak bersiap melakukan pertemuan penting pada hari Selasa esok.

Eskalasi Baru Sebelum Kesepakatan Qatar

Selain itu, kesepakatan darurat ini bergulir setelah pertempuran udara sengit mengguncang beberapa wilayah sekutu Amerika Serikat. Sebab, pasukan Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke pangkalan pasukan AS pada Kuwait dan Bahrain.

Baca Juga :  Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan

Akibatnya, bunyi sirene peringatan bahaya mengudara keras pada beberapa kota utama Bahrain sepanjang hari Minggu fajar. Sementara itu, komando pertahanan udara Kuwait berhasil mengadang dua rudal balistik sebelum menghantam wilayah kota. Namun, ledakan serpihan rudal merusak satu bangunan tempat tinggal warga sipil wilayah Muharraq, Bahrain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Keras Donald Trump

Sebelum serangan mulai, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman perang yang sangat keras melalui akun media sosialnya. Sebab, ia bersumpah akan memusnahkan kepemimpinan Iran secara total jika mereka mengabaikan draf kesepakatan awal.

“Jika permusuhan pecah, Republik Islam Iran akan segera hilang dari muka bumi,” tulis Trump. Meskipun demikian, Iran membalas ancaman itu dengan mengumumkan pembatalan sepihak pertemuan teknis hari Minggu kemarin. Sebab, asisten Pemimpin Agung Iran menilai Amerika Serikat mengabaikan komitmen pencairan aset dana keuangan mereka.

Baca Juga :  Parlemen Turki Sahkan Amnesti Bersyarat bagi Militan Kurdi

Kerapuhan Gencatan Senjata Lebanon

Selain itu, agresi pasukan Israel sepanjang wilayah Lebanon selatan juga memperumit jalannya proses perdamaian transisi ini. Sebab, jet tempur Israel kembali membombardir wilayah pemukiman dan menghancurkan infrastruktur bawah tanah milik milisi Hezbollah.

Padahal, pihak Iran menuntut penghentian total serangan Israel wilayah Lebanon sebagai syarat mutlak kesepakatan damai. Bahkan, kementerian dalam negeri Qatar melaporkan satu warga sipilnya tewas akibat serpihan ledakan area laut. Pada akhirnya, publik kini menanti apakah perundingan darurat wilayah Qatar mampu meredakan badai perang ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Berita Terbaru