MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina meluncurkan serangan pesawat tanpa awak secara besar-besaran ke wilayah Rusia.
Serangan udara itu membakar kilang minyak utama pada wilayah bagian selatan Rusia.
Pihak otoritas Rusia mengonfirmasi kematian dua warga sipil akibat gempuran udara itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Vladimir Putin Akui Masa Sulit Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa negaranya kini sedang menghadapi masa sulit.
Meskipun begitu, ia berjanji pemerintah akan tetap memenuhi semua kewajiban sosial bagi masyarakat.
Ukraina gencar meningkatkan serangan jarak jauh ke fasilitas energi dan industri militer Rusia.
Langkah taktis ini bertujuan untuk memotong sumber pendanaan perang milik Kremlin.
Gempuran udara ini sekaligus menekan pasokan bahan bakar militer Rusia secara signifikan.
Target Utama Kilang Minyak Slavyansk
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuliskan keberhasilan serangan udara ini melalui aplikasi Telegram.
Ia mengklaim pasukan berhasil menghantam dua kilang minyak penting pada wilayah Rusia.
“Setiap serangan akan mengurangi sumber daya mesin perang Rusia,” tegas Zelenskyy.
Gubernur Krasnodar Veniamin Kondratyev melaporkan kebakaran hebat pada kilang minyak Slavyansk-na-Kubani.
Reruntuhan drone Ukraina memicu kobaran api pada fasilitas penyulingan minyak itu.
Serangan itu juga menewaskan satu warga sipil pada wilayah Slavyansk.
Krisis Energi dan Pembatasan Bensin
Zelenskyy menyebut kilang minyak kedua pada wilayah Yaroslavl juga mengalami gempuran drone.
Gubernur Yaroslavl Mikhail Evraev mengonfirmasi penutupan sementara beberapa ruas jalan raya utama.
Pemerintah juga menghentikan operasional bandara Yaroslavl demi alasan keamanan penerbangan sipil.
Serangan drone Ukraina memicu krisis energi yang parah pada wilayah semenanjung Crimea.
Otoritas setempat bahkan melarang penjualan bensin kepada warga sipil sejak pekan lalu.
Kini, krisis energi juga merembet hingga ke wilayah Siberia yang sangat jauh.
Gubernur Irkutsk Igor Kobzev membatasi pembelian bahan bakar minyak bagi setiap kendaraan.
Pengendara hanya boleh membeli maksimal lima puluh liter bensin per hari.
Beberapa jaringan stasiun pengisian swasta juga menghentikan penjualan karena kehabisan pasokan.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak kini meninjau ulang seluruh kesepakatan ekspor bensin.
Langkah ini bertujuan untuk mengamankan kebutuhan bahan bakar dalam negeri Rusia.
Saling Balas Serangan Udara
Sementara itu, serangan bom udara Rusia menewaskan dua warga sipil pada kota Zaporizhzhia, Ukraina.
Kepala administrasi militer Ivan Fedorov melaporkan enam belas warga lainnya mengalami luka.
Pada wilayah perbatasan Belgorod, serangan drone Ukraina juga merenggut satu korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah melumpuhkan dua ratus tiga belas drone Ukraina.
Sebaliknya, Ukraina menembak jatuh seratus dua puluh lima drone dan tujuh rudal Rusia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












