Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Serangan udara Israel kembali memakan korban jiwa dari kalangan tenaga kemanusiaan di Lebanon Selatan. Serangan tersebut menghantam desa Hanouiyeh dan Deir Qanoun al-Nahr pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya 10 orang.

Selanjutnya, serangan pertama menghantam desa Hanouiyeh. Kejadian ini menewaskan empat paramedis dari Asosiasi Kesehatan Islam milik Hezbollah. Tidak lama kemudian, serangan kedua menghantam desa Deir Qanoun al-Nahr di provinsi pesisir Tyre. Serangan ini merenggut nyawa enam orang lainnya, termasuk seorang anak kecil dan dua paramedis dari Asosiasi Pramuka Al-Rissala.

Pelanggaran Gencatan Senjata dan Hukum Internasional

Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam keras aksi tersebut. Mereka menilai serangan Israel melanggar hukum internasional secara nyata. Oleh karena itu, otoritas kesehatan menuntut perlindungan bagi tim medis dan pertahanan sipil yang beroperasi di zona konflik.

Sebagai tambahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 169 serangan terhadap petugas kesehatan di Lebanon sejak perang dimulai. Insiden ini mengakibatkan 116 orang meninggal dunia. Israel sendiri belum memberikan komentar resmi. Namun, di masa lalu mereka kerap menuduh Hezbollah menggunakan ambulans untuk menyamarkan aktivitas militer, meski tanpa memberikan bukti pendukung.

Baca Juga :  Eropa Bersatu di Belakang Zelenskyy: Downing Street Umumkan Kemajuan Positif Soal Aset Beku Rusia

Sanksi AS terhadap Pejabat Keamanan Lebanon

Di tengah pertempuran yang berkecamuk, Amerika Serikat mengambil langkah diplomatik yang sangat agresif. Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah anggota parlemen Lebanon dan pejabat keamanan negara. Washington menuduh mereka berupaya melestarikan pengaruh Hezbollah atas lembaga-lembaga negara Lebanon.

Langkah ini menjadi yang pertama bagi Washington dalam memberikan sanksi kepada pejabat tinggi keamanan negara yang masih menjabat. Target sanksi mencakup petinggi Direktorat Keamanan Umum Lebanon dan intelijen militer. Oleh sebab itu, pemerintah Lebanon bereaksi keras. Angkatan Darat dan Direktorat Keamanan Umum segera mengeluarkan pernyataan tegas bahwa seluruh perwira mereka tetap setia kepada institusi negara, bukan kepada kelompok militan mana pun.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Serangan hari Jumat ini membuktikan bahwa gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat belum memberikan perlindungan nyata di lapangan. Meskipun pertempuran tidak semasif awal perang, aksi saling serang antara Israel dan Hezbollah terus terjadi.

Baca Juga :  Armada Kapal Perang Tiongkok Terobos Jalur Strategis Okinawa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hezbollah mengeklaim telah meluncurkan enam gelombang serangan drone dan roket ke posisi militer Israel sebagai balasan atas serangan di Lebanon. Akibatnya, dua tentara Israel mengalami luka-luka setelah drone meledak di dekat perbatasan. Sejak konflik memuncak pada 2 Maret, total korban jiwa di Lebanon telah melampaui angka 2.600 jiwa.

Menanti Langkah Diplomasi

Tragedi di Lebanon Selatan tahun 2026 ini kian memperumit negosiasi perdamaian jangka panjang. Singkatnya, penargetan terhadap tenaga medis memicu kemarahan publik yang dapat mengganggu proses dialog antara Beirut dan Yerusalem.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini menanti peran nyata dari PBB guna memastikan keselamatan warga sipil. Tanpa adanya jaminan perlindungan terhadap tenaga kesehatan dan infrastruktur vital, gencatan senjata ini akan terus berada di ambang kehancuran total.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang
Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional
AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz
TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB
VinFast Jual Pabrik di Vietnam dan Lepas Beban Utang
Bareskrim Polri Limpahkan Dua Kasus Narkoba dan Vape Etomidate ke Kejaksaan
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Hujan Ringan – Bogor Berpotensi Diguyur Petir
Tanker Minyak Jepang Berhasil Tembus Blokade Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:53 WIB

TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB

Berita Terbaru

Eskalasi di zona pendudukan. Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia menyusun rencana balasan setelah serangan drone Ukraina menghancurkan asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk, yang menewaskan enam orang. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

INTERNASIONAL

Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Reshuffle kabinet berlanjut. Tulsi Gabbard resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI) di tengah spekulasi tekanan Gedung Putih dan isu kesehatan keluarga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Amerika Serikat dan Iran tetap mempertahankan posisi berseberangan terkait isu nuklir dan akses Selat Hormuz. Sementara itu, diplomasi internasional melalui Pakistan dan Qatar terus berupaya mencari jalan keluar dari krisis energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB