Tiga Putra Pimpin Doa di Samping Peti Jenazah Ali Khamenei

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Puluhan ribu warga Teheran memenuhi kompleks ibadah luar ruangan. Mereka berkumpul guna melepas kepergian mendiang Pemimpin Agung mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Tiga Putra Pimpin Doa, Mojtaba Khamenei Absen dari Publik

Stasiun televisi nasional Iran menyiarkan momen doa bersama tiga putra Khamenei—Mostafa, Meysam, dan Masoud. Mereka memanjatkan doa di samping peti jenazah sang ayah di kompleks Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran. Namun, Mojtaba Khamenei yang kini memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi Iran justru tidak menampakkan diri.

Sumber terdekat lingkaran kepemimpinan Iran membagikan informasi penting. Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu melukai Mojtaba secara serius. Gempuran bom tersebut mencederai kaki serta merusak wajah sang penerus. Peristiwa maut tersebut juga merenggut nyawa ayahnya.

Lautan Pelayat Memadati Kompleks Akbar Mosalla

Masyarakat yang mengenakan pakaian hitam terus memadati area Mosalla sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Otoritas kereta bawah tanah Teheran mencatat lonjakan pergerakan yang luar biasa. Mereka melayani lebih dari 7 juta perjalanan penumpang yang ingin memberikan penghormatan terakhir secara langsung.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf turut menghadiri prosesi khidmat tersebut. Masoud Khamenei tampak menangis tersedu-sedu sembari menyeka air mata menggunakan kufiyah. Syal kotak-kotak tersebut menjadi simbol perjuangan militan revolusioner di Iran saat imam memimpin doa pemakaman.

Detail Serangan Udara Februari dan Jeda Konflik

Gempuran bom Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu menewaskan Khamenei. Serangan maut tersebut juga merenggut nyawa putri, menantu, dan cucunya. Pihak berwenang menaruh lima peti jenazah di bawah pelindung kaca di area terbuka. Salah satunya merupakan peti berukuran kecil berisi jasad cucu perempuannya yang baru berumur 14 bulan.

Baca Juga :  Krisis Stok Amunisi: Trump Tekan Kontraktor Pertahanan Percepat Produksi Pasca-Serangan Iran

Di tengah suasana berkabung nasional, kesepakatan gencatan senjata sementara akhirnya menangguhkan perang maut. Konflik besar tersebut sebelumnya telah berkecamuk selama empat bulan. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keputusan penundaan pembicaraan damai selama sepekan. Kedua belah pihak menyepakati hal ini untuk menghormati jalannya prosesi pemakaman.

Mobilisasi Massa Raksasa Menuju Qom, Irak, dan Mashhad

Otoritas Iran merancang rangkaian mobilisasi massa yang sangat masif selama sepekan penuh. Langkah ini bertujuan mengantarkan jenazah Khamenei ke tempat peristirahatan terakhir. Pemerintah pun memfasilitasi jutaan peziarah nasional dengan menyediakan layanan transportasi, konsumsi, dan akomodasi gratis.

Setelah prosesi akbar di Teheran pada Senin, petugas akan membawa jasad Khamenei ke kota suci Qom. Mereka menjadwalkan upacara keagamaan di sana pada Selasa. Selanjutnya, pihak berwenang menerbangkan jenazah ke Irak pada Rabu untuk prosesi di kota suci Najaf dan Karbala. Terakhir, pihak keluarga akan mengebumikan jasad sang pemimpin di kota suci Mashhad pada Kamis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad
Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
PM Israel Benjamin Netanyahu Targetkan Turki di Suriah
Andy Burnham Luncurkan Program Penanganan Tunawisma

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad

Berita Terbaru

Pengadilan Tinggi Hong Kong memvonis bersalah dua mantan pemimpin kelompok yang selama puluhan tahun menggelar peringatan tragedi Tiananmen 1989. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agu 2026 - 16:59 WIB

Game Science mendadak merilis trailer gameplay berdurasi 15 menit untuk Black Myth: Zhong Kui. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:30 WIB