Krisis Stok Amunisi: Trump Tekan Kontraktor Pertahanan Percepat Produksi Pasca-Serangan Iran

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penertiban birokrasi federal. Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempermudah pemecatan 8.000 pegawai federal senior bergaji tinggi demi efisiensi kerja. Dok: Istimewa.

Penertiban birokrasi federal. Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempermudah pemecatan 8.000 pegawai federal senior bergaji tinggi demi efisiensi kerja. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih mengambil langkah agresif guna mengamankan rantai pasokan militer Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump berencana mengumpulkan para pemimpin raksasa industri pertahanan. Pertemuan ini bertujuan memastikan kesiapan tempur nasional tetap terjaga di tengah eskalasi konflik global.

Gedung Putih mengundang eksekutif Lockheed Martin, RTX, dan pemasok kunci lainnya pada Jumat ini. Diskusi tertutup tersebut akan fokus pada mekanisme teknis untuk melipatgandakan hasil produksi senjata secara cepat.

Rudal Tomahawk dan Stok yang Terkuras

Operasi militer terhadap Iran pada akhir pekan lalu memicu urgensi ini. AS mengerahkan rudal Tomahawk, jet F-35, dan drone penyerang dalam jumlah besar. Penggunaan senjata tersebut menyedot cadangan amunisi strategis Amerika secara signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penipisan stok amunisi sebenarnya sudah mulai terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina dan operasi di Gaza. Namun, konflik Iran mengonsumsi lebih banyak rudal jarak jauh daripada bantuan untuk Kyiv. Alhasil, produsen Tomahawk, Raytheon, kini menyepakati peningkatan kapasitas produksi hingga 1.000 unit per tahun. Pentagon memproyeksikan pembelian 57 unit rudal pada 2026 dengan harga rata-rata $1,3 juta per unit.

Baca Juga :  Bagaimana Soft Power Budaya Mengatur Ulang Diplomasi?

Permohonan Anggaran $50 Miliar

Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg memimpin Pentagon dalam merampungkan permintaan anggaran tambahan sekitar $50 miliar. Pemerintah akan menggunakan dana raksasa ini untuk mengganti senjata yang habis dalam konflik Timur Tengah.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dinamika kebutuhan lapangan. Presiden Donald Trump mencoba menenangkan publik dengan mengeklaim bahwa Amerika memiliki pasokan amunisi hampir tanpa batas. “Perang dapat berlangsung selamanya dan sukses hanya dengan menggunakan persediaan ini,” tulis Trump guna menunjukkan rasa percaya diri.

Baca Juga :  Gebrakan Fiskal Takaichi: Penundaan Pajak Pangan

Ancaman Sanksi bagi Kontraktor “Underperforming”

Pemerintah juga meningkatkan tekanan administratif terhadap para kontraktor di luar dukungan dana. Trump menandatangani perintah eksekutif pada Januari lalu. Aturan ini bertujuan mengidentifikasi perusahaan yang gagal memenuhi target produksi namun tetap membagikan keuntungan besar kepada pemegang saham.

Pentagon akan merilis daftar hitam kontraktor dengan kinerja buruk. Perusahaan dalam daftar tersebut wajib menyerahkan rencana perbaikan dalam waktu 15 hari. Jika rencana tersebut gagal, pemerintah tidak ragu mengambil langkah hukum atau memutus kontrak secara sepihak. Kebijakan ini menandai pergeseran radikal hubungan antara Pentagon dan industri militer swasta pada 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Tangkap Terduga Anggota KKB, Diduga Terlibat Penembakan Karyawan Freeport
Kesal Ditolak Menginap, Pria di Kalianda Tikam Kekasih hingga 12 Luka Tusukan
Jangan Hanya Tangkap Bandar, Yenti Minta Polisi Rampas Aset Narkoba dengan TPPU
Polisi Bekuk Eksekutor Komplotan Jambret Kalung Emas, Satu Pelaku Masih Buron
Pengungkapan Vape Etomidate di Alexa Suites Harus Usut Pemilik dan Manajemen
Misteri Kematian Wanita Muda di Kos Tanjung Priok, Polisi Buru Fakta Penyebabnya
Selebgram ZNM Ungkap Efek Whip Pink, Pengguna Fly, Pusing Bisa Lumpuh Sementara
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Minggu Ini, Hujan Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:27 WIB

Satgas Tangkap Terduga Anggota KKB, Diduga Terlibat Penembakan Karyawan Freeport

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:58 WIB

Kesal Ditolak Menginap, Pria di Kalianda Tikam Kekasih hingga 12 Luka Tusukan

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:37 WIB

Jangan Hanya Tangkap Bandar, Yenti Minta Polisi Rampas Aset Narkoba dengan TPPU

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:17 WIB

Polisi Bekuk Eksekutor Komplotan Jambret Kalung Emas, Satu Pelaku Masih Buron

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:44 WIB

Pengungkapan Vape Etomidate di Alexa Suites Harus Usut Pemilik dan Manajemen

Berita Terbaru