Krisis Stok Amunisi: Trump Tekan Kontraktor Pertahanan Percepat Produksi Pasca-Serangan Iran

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebuntuan diplomasi tingkat tinggi. Donald Trump menolak rencana Vladimir Putin untuk memindahkan stok uranium Iran ke Rusia, sembari memberi sinyal kemungkinan operasi militer rahasia. Dok: Istimewa.

Kebuntuan diplomasi tingkat tinggi. Donald Trump menolak rencana Vladimir Putin untuk memindahkan stok uranium Iran ke Rusia, sembari memberi sinyal kemungkinan operasi militer rahasia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih mengambil langkah agresif guna mengamankan rantai pasokan militer Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump berencana mengumpulkan para pemimpin raksasa industri pertahanan. Pertemuan ini bertujuan memastikan kesiapan tempur nasional tetap terjaga di tengah eskalasi konflik global.

Gedung Putih mengundang eksekutif Lockheed Martin, RTX, dan pemasok kunci lainnya pada Jumat ini. Diskusi tertutup tersebut akan fokus pada mekanisme teknis untuk melipatgandakan hasil produksi senjata secara cepat.

Rudal Tomahawk dan Stok yang Terkuras

Operasi militer terhadap Iran pada akhir pekan lalu memicu urgensi ini. AS mengerahkan rudal Tomahawk, jet F-35, dan drone penyerang dalam jumlah besar. Penggunaan senjata tersebut menyedot cadangan amunisi strategis Amerika secara signifikan.

Penipisan stok amunisi sebenarnya sudah mulai terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina dan operasi di Gaza. Namun, konflik Iran mengonsumsi lebih banyak rudal jarak jauh daripada bantuan untuk Kyiv. Alhasil, produsen Tomahawk, Raytheon, kini menyepakati peningkatan kapasitas produksi hingga 1.000 unit per tahun. Pentagon memproyeksikan pembelian 57 unit rudal pada 2026 dengan harga rata-rata $1,3 juta per unit.

Baca Juga :  Suap Proyek RSUD Kolaka Timur, KPK Tahan 3 Tersangka Baru - Skandal Makin Melebar

Permohonan Anggaran $50 Miliar

Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg memimpin Pentagon dalam merampungkan permintaan anggaran tambahan sekitar $50 miliar. Pemerintah akan menggunakan dana raksasa ini untuk mengganti senjata yang habis dalam konflik Timur Tengah.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dinamika kebutuhan lapangan. Presiden Donald Trump mencoba menenangkan publik dengan mengeklaim bahwa Amerika memiliki pasokan amunisi hampir tanpa batas. “Perang dapat berlangsung selamanya dan sukses hanya dengan menggunakan persediaan ini,” tulis Trump guna menunjukkan rasa percaya diri.

Baca Juga :  Israel Ngebut Bangun 19 Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

Ancaman Sanksi bagi Kontraktor “Underperforming”

Pemerintah juga meningkatkan tekanan administratif terhadap para kontraktor di luar dukungan dana. Trump menandatangani perintah eksekutif pada Januari lalu. Aturan ini bertujuan mengidentifikasi perusahaan yang gagal memenuhi target produksi namun tetap membagikan keuntungan besar kepada pemegang saham.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pentagon akan merilis daftar hitam kontraktor dengan kinerja buruk. Perusahaan dalam daftar tersebut wajib menyerahkan rencana perbaikan dalam waktu 15 hari. Jika rencana tersebut gagal, pemerintah tidak ragu mengambil langkah hukum atau memutus kontrak secara sepihak. Kebijakan ini menandai pergeseran radikal hubungan antara Pentagon dan industri militer swasta pada 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Dilanda Cuaca Panas, Dinkes Ungkap Risiko Kesehatan yang Mengintai
Prabowo Perintahkan Polri Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Arus Mudik 2026: 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta, 3,2 Juta Masih Tertahan
Cuaca Indonesia Minggu 15 Maret 2026, Jakarta hingga Surabaya Berawan dan Hujan
Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia
Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta
Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik
Mudik Lebaran 2026, Kapolda Metro Jaya Pastikan 1.647 Titik Pengamanan Siap

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:26 WIB

Jakarta Dilanda Cuaca Panas, Dinkes Ungkap Risiko Kesehatan yang Mengintai

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:04 WIB

Prabowo Perintahkan Polri Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:55 WIB

Arus Mudik 2026: 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta, 3,2 Juta Masih Tertahan

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:09 WIB

Cuaca Indonesia Minggu 15 Maret 2026, Jakarta hingga Surabaya Berawan dan Hujan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:13 WIB

Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia

Berita Terbaru