Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya menemukan tumpukan uang tunai dalam pecahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan Dolar Singapura saat menggeledah Kafe de’Clan dan Point Money Changer di Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Temuan itu diduga berkaitan dengan penyidikan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah dikembangkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyidik masih menghitung jumlah uang asing yang ditemukan di lokasi penggeledahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ditemukan uang dalam pecahan Dolar AS dan Dolar Singapura. Saat ini penyidik masih melakukan proses penghitungan setelah penggeledahan selesai,” ujar Budi.

Penyidik Temukan Brankas Tersembunyi di Balik Etalase

Penggeledahan semakin menarik perhatian ketika penyidik menemukan brankas berukuran besar yang disembunyikan di balik etalase di lantai dua Kafe de’Clan.

Baca Juga :  Tahap II Dimulai, Roy Suryo dan dr Tifa Dibawa ke Kejari Jaksel Hari Ini

Setelah berhasil dibuka, brankas tersebut berisi tumpukan uang tunai dalam mata uang asing serta sejumlah dokumen penting yang kini disita sebagai barang bukti.

Budi menyebut nilai uang yang tersimpan di dalam brankas mencapai jumlah yang sangat besar.

“Di dalam brankas terdapat beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, bahkan fantastis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, membenarkan penemuan brankas tersembunyi tersebut.

Menurutnya, penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan gabungan untuk mengungkap dugaan korupsi dan pencucian uang.

Usut Tiga Perkara Besar Korupsi

Totok menjelaskan, tim gabungan sedang mendalami sedikitnya tiga perkara besar, yakni:

  • Dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026.
  • Dugaan korupsi dan TPPU terkait penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya pada periode 2020-2025.
  • Dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI sepanjang 2020-2025.
Baca Juga :  WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Karena itu, penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk melengkapi alat bukti.

“Saat ini kami melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat sebagai bagian dari proses penyidikan,” kata Totok.

Delapan Lokasi Digeledah

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, menjelaskan investigasi gabungan tersebut berawal dari dua laporan polisi yang berkaitan dengan dugaan korupsi, TPPU, dan dugaan suap.

Pada tahap awal, penyidik menggeledah delapan lokasi. Dua di antaranya adalah Kafe de’Clan dan Point Money Changer di Jakarta Selatan.

Victor menegaskan penggeledahan dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam penyidikan yang masih terus berkembang.

Polisi juga membuka kemungkinan memeriksa pihak-pihak lain apabila ditemukan keterkaitan dengan aliran dana maupun dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Hingga Rabu sore, penyidik masih menghitung seluruh uang tunai yang disita serta menginventarisasi dokumen yang ditemukan di dalam brankas sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Cekcok, Pria 56 Tahun Tewas Usai Bakuhantam di Parkiran Minimarket Jakbar
18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang
Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel
CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib
Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online
Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang
4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara
Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Berawal dari Cekcok, Pria 56 Tahun Tewas Usai Bakuhantam di Parkiran Minimarket Jakbar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:05 WIB

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 11 Oktober 2026, potensi hujan lebat dan petir di Bogor.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:22 WIB