Pabrik Narkoba Beroperasi di Kawasan Elite PIK, WN Singapura Jadi “Koki”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di balik kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, polisi menemukan praktik bisnis gelap yang mengejutkan.

Sebuah rumah mewah diduga disulap menjadi pabrik rumahan narkotika jenis etomidate lengkap dengan peralatan produksi dan ribuan cartridge pods siap edar.

Dalam penggerebekan pada Jumat (17/7/2026), Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengamankan seorang warga negara Singapura berinisial LHM (34).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menduga LHM berperan sebagai peracik atau “koki” dalam produksi narkotika tersebut.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan petugas menyita ribuan barang bukti dari rumah yang dijadikan lokasi produksi.

“Untuk tersangka sementara ini kita amankan satu orang warga negara asing, yaitu dari Singapura, bersama dengan ribuan barang bukti,” kata Wisnu, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga :  Jelang Nataru 2025–2026, 5.044 Personel Polda Metro Jaya Siaga Penuh di Jakarta

Berawal dari Paket Cairan Etomidate dari Malaysia

Pengungkapan ini bermula ketika Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan pengiriman paket dari Malaysia. Petugas menemukan dua botol bahan baku etomidate cair dengan berat total 2.200 gram.

Temuan itu kemudian dikembangkan bersama Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Polisi dan Bea Cukai menelusuri jalur pengiriman hingga menemukan rumah yang diduga menjadi pusat produksi narkotika di kawasan PIK.

“Di TKP perumahan tersebut, kami menemukan ribuan cartridge yang sudah siap untuk dilakukan produksi secara massal,” ujar Wisnu.

Baru Beroperasi, Target Produksi Capai 2.000 Cartridge

Polisi menduga industri rumahan tersebut baru mulai beroperasi. Aktivitas pengisian cairan etomidate ke dalam cartridge disebut berlangsung pada Kamis (16/7/2026).

Dari sekitar dua liter bahan baku etomidate, tersangka diperkirakan mampu menghasilkan hingga 2.000 cartridge pods yang siap diedarkan.

Selain cairan narkotika, petugas juga menyita berbagai perlengkapan produksi yang menyerupai laboratorium mini. Rumah tersebut kemudian dipasangi garis polisi dan disegel.

Baca Juga :  Simpan Senpi Ilegal dan Peluru Aktif di Kontrakan, Pria di Muba Diciduk Polisi

Polisi Buru Jaringan Internasional

Meski telah menangkap satu tersangka, polisi belum berhenti. Penyidik masih mendalami jaringan di balik pabrik narkoba rumahan tersebut, termasuk mengungkap sudah berapa lama aktivitas itu berjalan dan sejauh mana peredarannya.

“Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut di lapangan. Informasi lebih rinci dan menyeluruh akan kami sampaikan dalam konferensi pers dalam waktu dekat,” kata Wisnu.

Saat ini, LHM beserta seluruh barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Sementara itu, rumah mewah yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika tetap berada dalam pengawasan petugas.

Pengungkapan terbaru ini menambah daftar kasus peredaran etomidate yang dibongkar aparat di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap jaringan internasional dan menyita total 8,6 liter etomidate senilai sekitar Rp97,8 miliar dalam tiga perkara sepanjang Februari hingga Mei 2026. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian Pria di Hotel Kuningan Mulai Terkuak, Polisi Ungkap Dugaan Motif
Aksi Curanmor di Tanjung Priok Diamuk Massa, Polisi Sita Kunci T dan Airsoft Gun
Wanita di Bekasi Disekap dan Dianiaya Pacar, Kabur Lewat Jendela demi Selamat
Tragis! Balita 4 Tahun Korban Kekerasan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia
Kasus Driver Ojol Tewas di Tangerang, Polisi Beberkan Pengakuan Lengkap Pelaku
Maling Gudang Jababeka Gasak Minyak dan Kabel Lewat Saluran Air
ART di Kalideres Gasak Rp450 Juta Uang Majikan, Dipakai Beli Mobil dan Perhiasan
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol di Kosambi, Motor Korban Sempat Dibawa Kabur

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:47 WIB

Pabrik Narkoba Beroperasi di Kawasan Elite PIK, WN Singapura Jadi “Koki”

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:02 WIB

Misteri Kematian Pria di Hotel Kuningan Mulai Terkuak, Polisi Ungkap Dugaan Motif

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:06 WIB

Wanita di Bekasi Disekap dan Dianiaya Pacar, Kabur Lewat Jendela demi Selamat

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:26 WIB

Tragis! Balita 4 Tahun Korban Kekerasan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:37 WIB

Kasus Driver Ojol Tewas di Tangerang, Polisi Beberkan Pengakuan Lengkap Pelaku

Berita Terbaru

Pengacara Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan terkiat hasil pemeriksaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejagung. (Posnews/Instagram)

JABODETABEK

Kasus Asabri: Febrie Adriansyah Diperiksa 10 Jam, Ini Hasilnya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 06:35 WIB