Tragis! Balita 4 Tahun Korban Kekerasan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang balita berusia 4 tahun yang diduga menjadi korban penyiksaan ibu tirinya di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Setelah beberapa hari berjuang melawan luka berat di ruang perawatan intensif, bocah berinisial QSH akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Rabu (15/7/2026) pukul 20.42 WIB di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Kepergian QSH memicu keprihatinan publik sekaligus memperkuat desakan agar pelaku kekerasan terhadap anak mendapat hukuman setimpal. Polisi memastikan proses hukum terus berjalan dan kasus ini akan diusut hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Tarumajaya AKP I Gede Bagus Ariska Sudana membenarkan kabar duka tersebut.

“Benar, meninggal tadi malam pukul 20.42 WIB,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Dimakamkan di Rumah Nenek di Banten

Usai meninggal dunia, keluarga membawa jenazah QSH ke rumah neneknya di Lebak, Banten, untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Update Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Bertambah Jadi 22 Orang, Seluruhnya Karyawan

“Dibawa ke rumah neneknya di Lebak, Banten,” ujar AKP I Gede Bagus.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen kepolisian untuk menuntaskan penyidikan.

“Kami menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya ananda QSH. Kami pastikan pengusutan kasus sampai tuntas,” tegasnya.

Polisi Tetapkan Ibu Tiri sebagai Tersangka

Polisi telah menetapkan DM (19), ibu tiri korban, sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.

Penyidik menduga DM berulang kali melakukan kekerasan terhadap QSH di rumah kontrakan mereka di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Kasus ini terungkap setelah UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi melaporkan kondisi korban yang dirawat secara intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Koja dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Korban Mengalami Luka Lebam hingga Luka Bakar

Saat mendatangi rumah sakit, penyidik menemukan sejumlah luka yang diduga akibat penganiayaan.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Sambangi Warga Sinak, Hadirkan Rasa Aman dan Kehangatan di Tengah Masyarakat

Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka lebam di punggung, dada, wajah, dan perut.

Selain itu, tim medis juga menemukan luka lecet serta luka bakar pada bagian bokong korban.

Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi Kombes Ikhlas Putro Warsono mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan kekerasan yang dilakukan dengan dalih mendisiplinkan korban.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, DM diduga melakukan kekerasan dengan alasan mendisiplinkan korban. Kekerasan tersebut diduga dilakukan dengan memukul menggunakan gayung, mencubit, serta melukai bagian tubuh korban menggunakan sikat gigi,” ujar Ikhlas.

Polisi Lengkapi Berkas Perkara

Penyidik kini terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta melengkapi berkas perkara agar proses hukum terhadap tersangka berjalan maksimal.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana serius.

Masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat atau lembaga perlindungan anak apabila menemukan dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitarnya sehingga korban dapat segera diselamatkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor
Abah Setu Minta Maaf soal Dugaan Penghinaan Nabi, Polisi Tetap Usut
Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Buronan Kasus Rp37,4 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB