SHANGHAI, POSNEWS.CO.ID – Presiden China Xi Jinping menawarkan visi tata kelola teknologi global baru. Langkah berani ini langsung memanaskan persaingan teknologi dunia.
Xi Jinping Kampanyekan Sistem AI Terbuka
Xi Jinping menyampaikan pidato kunci pada pembukaan konferensi WAIC. Ia mendesak para pemimpin dunia mengoptimalkan peluang teknologi kecerdasan buatan.
China siap membagikan keahlian teknologi kepada negara-negara berkembang. Upaya ini bertujuan mencegah ketimpangan akses teknologi di dunia. Xi menyamakan signifikansi AI dengan penemuan mesin uap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantangan Terbuka Terhadap Dominasi Pax Silica AS
Sikap tegas Xi ini menargetkan inisiatif teknologi Amerika Serikat. AS mengampanyekan gerakan Pax Silica untuk mengamankan rantai pasok.
Namun, China menawarkan koalisi alternatif yang menguntungkan Global South. Model kecerdasan buatan terbuka China kini berkembang sangat cepat. Kemajuan ini menyaingi sistem tertutup milik OpenAI dan Anthropic.
Startup Moonshot AI meluncurkan model bahasa raksasa Kimi K3. Kimi K3 tampil sebagai model AI terbuka terbesar di dunia.
Peluncuran ini hanya berselang sebulan setelah pembatasan teknologi Anthropic. Otoritas Washington sebelumnya membatasi akses Anthropic karena alasan keamanan.
Pembentukan WAICO dan Aliansi Global South
China meresmikan World AI Cooperation Organization (WAICO) hari Kamis. Lembaga internasional baru ini merangkul 29 negara anggota perdana.
Organisasi ini memfasilitasi kebutuhan teknologi negara-negara berkembang. China juga menyiapkan pusat pelatihan AI untuk BRICS dan ASEAN. Langkah diplomasi ini memperkuat pengaruh politik Beijing di Asia-Afrika.
Pakar teknologi George Chen menilai langkah strategis China tersebut. Chen menyebut China tidak akan mengekor aturan teknologi negara lain. Sebaliknya, Beijing bersiap memimpin standar teknologi kecerdasan buatan global.
Peringatan Keras Bahaya AI Tanpa Kendali
Xi Jinping juga menyoroti aspek keselamatan penggunaan kecerdasan buatan. Ia mendesak seluruh negara membangun sistem tanggap darurat AI.
Manusia harus tetap memegang kendali penuh atas sistem komputer. Xi memperingatkan bahaya nyata dari sistem AI otonom liar. Sistem tersebut berpotensi menghindari pengawasan dan kendali manusia.
Konferensi WAIC ini mempertemukan tokoh-tokoh penting dunia minggu ini. Sekjen PBB Antonio Guterres menghadiri langsung acara akbar tersebut.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev turut meramaikan sesi diskusi. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga hadir di Shanghai.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













