KPK Ungkap Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi, Dorong Pembatasan Dana Kampanye

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai mahalnya biaya politik dapat membuka pintu korupsi sejak sebelum kandidat menduduki jabatan publik.

Karena itu, KPK mendorong pembatasan biaya kampanye, transparansi sumber dana politik, serta pengawasan lebih ketat terhadap transaksi keuangan.

KPK juga mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang Pembatasan Transaksi Uang Kartal (RUU PTUK) sebagai salah satu upaya menekan praktik politik uang dan mempersempit ruang transaksi tunai yang sulit dilacak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk menekan praktik politik uang, KPK mendukung pengesahan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal serta peningkatan pengawasan terhadap aliran dana politik,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tangkap WNA Pakistan Bawa 577 Gram Sabu di Kaleng Mister Potato

Biaya Kampanye Mahal Bisa Memicu Korupsi

Budi mengatakan biaya kampanye yang tinggi dapat menciptakan tekanan besar bagi peserta pemilu.

Kandidat yang mengeluarkan modal besar berpotensi mencari sumber pendanaan tidak transparan untuk membiayai pemenangan.

Bahkan, KPK menemukan besarnya biaya politik dapat mendorong kandidat melakukan korupsi sebelum maupun setelah menjabat.

“Besarnya biaya pemenangan pemilu mendorong kandidat melakukan tindakan koruptif, baik sebelum maupun setelah menjabat,” ujarnya.

Menurut Budi, pejabat terpilih juga berpotensi berupaya mengembalikan modal politik setelah memperoleh jabatan.

Praktik tersebut dapat muncul melalui penyalahgunaan kewenangan, pengaturan proyek, hingga jual beli jabatan.

KPK Dorong Kampanye Lebih Murah dan Transparan

Karena itu, KPK mendorong perubahan pola kampanye agar lebih sederhana dan efisien.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pencuri Spion di PIK, Senjata Api Ternyata Korek Mainan

Pemanfaatan media digital dan media sosial dinilai dapat mengurangi ketergantungan kandidat terhadap biaya kampanye yang besar.

Dengan demikian, persaingan politik diharapkan lebih mengutamakan gagasan, program kerja, rekam jejak, dan integritas, bukan sekadar kekuatan modal.

KPK menilai pencegahan korupsi harus dimulai sejak proses politik berlangsung.

Perbaikan sistem kampanye, pembiayaan politik, dan penyelenggaraan pemilu menjadi bagian penting untuk membangun demokrasi yang lebih bersih.

“Pencegahan harus dimulai sejak awal melalui perbaikan sistem kampanye, pembiayaan politik, dan penyelenggaraan pemilu,” kata Budi.

Menurut KPK, pembenahan tersebut dapat membantu menekan politik uang sekaligus mencegah munculnya korupsi sejak kandidat mencari dukungan hingga menjalankan kekuasaan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Berita Terbaru

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB

Ilustrasi, bangku sekolah kosong. (Posnews/Ist)

DAERAH

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:38 WIB